2 ketentuan zakat fitrah bagi orang meninggal di bulan Ramadhan

2 weeks ago 22

Jakarta (ANTARA) - Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap Muslim yang mampu (bukan budak) sebelum Hari Raya Idul Fitri atau pada akhir Ramadhan.

Tujuan zakat fitrah adalah menyucikan jiwa, harta, dan menyempurnakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain itu, membantu kaum fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.

Akan tetapi, bagaimana hukum membayar zakat fitrah bagi seseorang yang meninggal dunia di bulan Ramadhan? Apakah ahli waris tetap wajib membayarkan zakat fitrah atas nama almarhum?

Baca juga: Bolehkah Zakat Fitrah disalurkan untuk saudara sendiri?

Pengertian zakat fitrah

Zakat fitrah adalah sedekah wajib yang dikeluarkan oleh umat Muslim, baik laki-laki, perempuan, orang tua, bahkan bayi yang hidup pada akhir bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan kebutuhan pokok.

Bagi bayi dan anak-anak yang bergantung pada orang tuanya, istri yang bergantung pada suaminya, dan orang tua yang bergantung pada keluarganya, zakat fitrah wajib dibayarkan oleh mereka yang bertanggung jawab mencari nafkah dan mampu.

Besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah satu sha’ makanan pokok (sekitar 2,5 hingga 3 kg beras atau makanan pokok lainnya) atau bisa diganti dengan uang sesuai harga makanan pokok.

Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri kepada mustahik (penerima zakat) atau lembaga amil zakat. Jika melewati waktu tersebut, maka hukumnya berubah menjadi sedekah biasa dan dianggap sebagai kewajiban yang tertunda.

Baca juga: Hukum tidak membayar zakat dalam Islam, ini konsekuensinya

Hukum zakat fitrah bagi orang yang meninggal di bulan Ramadhan

Melansir dari nu online, pendapat ulama Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani mengenai zakat fitrah bagi orang yang meninggal sebelum Idulfitri terbagi menjadi dua ketentuan hukum zakat.

الثاني: أن يدرك وقت وجوبها الذي هو آخر جزء من رمضان وأوّل جزء من شوال، فتخرج عمن مات بعد الغروب وعمن ولد قبله ولو بلحظة دون من مات قبله ودون من ولد بعده

"Syarat kedua, menemukan waktu wajibnya zakat fitrah, yakni akhir bagian dari Ramadhan dan awal bagian dari Syawal. Maka wajib dikeluarkan zakat atas orang yang meninggal setelah terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) dan atas bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari, meskipun dengan jarak yang sebentar. Tidak dikeluarkan zakat bagi orang yang mati sebelum terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) dan bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari."

Pendapat tersebut juga sejalan dengan penjelasan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala al-Madzhab al-Imam as-Syafi’i mengenai zakat fitrah.

1. Zakat fitrah tidak wajib bagi orang yang meninggal sebelum matahari terbenam di akhir Ramadhan

Bagi seseorang yang meninggal sebelum masuk waktu wajibnya zakat fitrah atau sebelum matahari terbenam di akhir Ramadhan, tidak wajib membayar zakat fitrah.

Hal ini dikarenakan zakat fitrah adalah bentuk amalan ibadah yang berkaitan dengan kehidupan seseorang di dunia saat Hari Raya Idul Fitri.

Sehingga, jika seseorang meninggal dunia pada tanggal 25 Ramadhan, 27 Ramadhan, atau sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan, maka zakat fitrah atas nama almarhum tidak perlu dibayarkan oleh ahli warisnya.

Baca juga: Mana yang lebih afdal, Zakat Fitrah dengan beras atau uang?

2. Zakat fitrah tetap wajib dibayarkan bagi orang meninggal setelah matahari terbenam di akhir Ramadhan

Jika seseorang masih hidup hingga malam Idul Fitri atau waktu zakat telah tiba, maka zakat fitrah tetap wajib dibayarkan, meskipun ia meninggal dunia tidak sempat membayarnya.

Dalam hal ini, ahli waris atau pihak yang mengurus harta peninggalannya wajib membayarkan zakat fitrah atas nama almarhum sebelum hari Idul Fitri.

Kewajiban zakat fitrah berkaitan dengan keberadaan seseorang selama waktu Ramadhan hingga akhir, bukan dengan kondisi hidupnya setelah hari Idul Fitri.

Sehingga, jika seseorang wafat setelah waktu wajib zakat tiba, seperti setelah matahari terbenam di malam Idul Fitri, zakat fitrahnya tetap harus dibayarkan oleh ahli waris.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum membayar zakat fitrah bagi orang yang meninggal dunia di bulan Ramadhan tergantung pada waktu wafatnya.

Meskipun dalam kondisi tertentu zakat fitrah hukumnya telah gugur, keluarga bisa tetap membayarkannya sebagai bentuk sedekah atas nama almarhum. Sebab harta yang dikeluarkan itu dapat menjadi amal jariyah bagi yang telah meninggal dunia.

Itulah hukum zakat fitrah bagi orang yang meninggal di bulan Ramadhan, supaya tidak terjadi kekeliruan dalam mengamalkannya.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan di hari yang fitri setelah bulan Ramadhan.

Baca juga: Daftar lengkap Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi untuk zakat fitrah

Baca juga: Apakah orang yang tidak mampu tetap wajib membayar Zakat Fitrah?

Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |