Jakarta (ANTARA) - Dalam ajaran Islam, terdapat anjuran untuk membunuh cicak, yang didasarkan pada beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa cicak termasuk hewan yang disarankan untuk dibasmi karena alasan tertentu.
Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Sa'ad bin Abi Waqqash menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh cicak dan menyebutnya sebagai fuwaisiqah, yang berarti hewan kecil yang jahat.
Hal ini menunjukkan bahwa cicak dianggap membawa mudarat atau bahaya tertentu dalam kehidupan manusia. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum membunuh cicak dalam Islam? Simak ulasannya berikut ini.
Baca juga: Cara ampuh mengusir hama cicak di rumah dengan mudah
Pahala membunuh cicak
Dalam ajaran Islam, membunuh cicak dianggap sebagai perbuatan yang berpahala. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membunuh cicak dan menyebutnya sebagai fuwaisiqah, yang berarti hewan kecil yang jahat.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang membunuh cicak dengan sekali pukulan akan dicatat baginya seratus kebaikan. Jika membunuhnya dengan dua kali pukulan, pahalanya lebih sedikit dari itu, dan jika dengan tiga kali pukulan, pahalanya lebih sedikit lagi.
Anjuran ini didasarkan pada keyakinan bahwa cicak termasuk hewan yang dapat membawa mudarat atau penyakit. Oleh karena itu, membunuhnya dengan segera dan efektif dianjurkan untuk mencegah bahaya yang mungkin ditimbulkannya.
Baca juga: Cara ampuh mengusir tikus di dalam rumah dengan bahan alami
Anjuran membunuh cicak
Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa alasan yang mendasari anjuran untuk membunuh cicak. Berikut adalah lima alasan utama.
1. Cicak membantu meniup api yang membakar Nabi Ibrahim AS
Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa ketika Nabi Ibrahim AS dibakar oleh Raja Namrud, cicak turut meniup api tersebut agar semakin berkobar. Hal ini menjadikan cicak dikategorikan sebagai hewan yang jahat.
2. Cicak membawa penyakit
Cicak dianggap sebagai hewan yang dapat menularkan penyakit. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa anjuran untuk membunuh cicak dalam hadits disebabkan oleh potensinya dalam menyebarkan penyakit.
3. Cicak termasuk hewan fasik
Rasulullah SAW menyebut cicak sebagai fuwaisiqah, yang berarti hewan kecil yang jahat atau fasik. Oleh karena itu, beliau menganjurkan untuk membunuhnya.
Baca juga: Cara ampuh mengusir tikus di dalam rumah dengan bahan alami
4. Cicak sebagai teman penyihir
Beberapa sumber menyebutkan bahwa cicak dianggap sebagai sahabat para setan dan tukang sihir, sering digunakan dalam praktik sihir untuk tujuan tertentu. Hal ini menjadikan cicak dipandang negatif dalam konteks spiritual.
5. Anjuran membunuh cicak mendapat pahala
Rasulullah SAW menyatakan bahwa membunuh cicak dengan sekali pukulan akan mendapatkan pahala seratus kebaikan. Jika dengan dua kali pukulan, pahalanya lebih sedikit, dan begitu seterusnya. Hal ini menunjukkan dorongan untuk segera membunuh cicak guna menghindari mudarat yang ditimbulkannya.
Anjuran untuk membunuh cicak dalam Islam merujuk pada hadis-hadis Nabi Muhammad SAW serta penjelasan para ulama mengenai sifat dan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh hewan tersebut. Salah satu alasan utama dari anjuran ini adalah peran cicak dalam kisah Nabi Ibrahim AS serta potensinya dalam menyebarkan penyakit yang berbahaya bagi manusia.
Meski demikian, penting bagi umat Islam untuk memahami konteks dan hikmah di balik anjuran ini. Pelaksanaannya harus dilakukan dengan bijaksana sesuai dengan tuntunan agama, tanpa mengabaikan nilai-nilai kasih sayang terhadap makhluk hidup dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Baca juga: Kepulauan Seribu antisipasi penyebaran hama budidaya ikan
Baca juga: Waspada! Ini daftar penyakit berbahaya yang bisa ditularkan oleh tikus
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025