Jumali Sabtu, 25 Juli 2026 16:07 WIB

Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Menutup seluruh aplikasi yang masih terbuka di latar belakang menjadi kebiasaan yang cukup umum dilakukan pengguna smartphone. Banyak orang percaya cara tersebut dapat membuat kinerja ponsel lebih ringan sekaligus menghemat baterai.
Namun anggapan itu ternyata tidak sepenuhnya benar. Pada smartphone modern, terlalu sering menutup aplikasi yang berada di latar belakang justru dapat membuat konsumsi daya baterai meningkat dan perangkat bekerja lebih keras.
Kebiasaan menghapus aplikasi dari layar recent apps biasanya dilakukan setelah selesai menggunakan ponsel. Sebagian pengguna merasa langkah tersebut perlu dilakukan agar RAM lebih lega dan baterai tidak cepat habis.
Padahal, sistem operasi pada smartphone masa kini telah dirancang untuk mengelola memori dan aplikasi secara otomatis. Perangkat dapat menentukan aplikasi mana yang tetap disimpan di memori dan mana yang harus dihentikan ketika sumber daya dibutuhkan.
Halaman aplikasi latar belakang sebenarnya dibuat untuk mempercepat akses pengguna saat berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Dengan sistem ini, ponsel tidak perlu memulai proses pemuatan aplikasi dari awal setiap kali aplikasi dibuka kembali.
Saat sebuah aplikasi masih tersimpan di memori, pengguna dapat langsung melanjutkan aktivitas tanpa menunggu proses loading yang panjang. Inilah yang membuat pengalaman penggunaan smartphone terasa lebih cepat dan efisien.
Banyak orang mengira aplikasi yang berada di latar belakang selalu aktif dan terus mengonsumsi baterai. Karena alasan itu, muncul keyakinan bahwa menutup semua aplikasi akan membuat daya tahan baterai lebih baik.
Faktanya, RAM pada smartphone modern sudah memiliki mekanisme pengelolaan yang cerdas. RAM dapat menyimpan aplikasi tanpa harus terus menjalankan seluruh prosesnya secara aktif.
Ketika sebuah aplikasi tidak digunakan, sistem dapat menghentikan aktivitas yang tidak diperlukan sehingga sumber daya perangkat difokuskan pada aplikasi yang sedang dibuka. Dengan cara ini, aplikasi yang berada di latar belakang tidak selalu mengonsumsi daya secara signifikan.
Sebaliknya, ketika pengguna menutup aplikasi secara total lalu membukanya kembali beberapa saat kemudian, prosesor harus bekerja dari awal untuk memuat seluruh data dan proses aplikasi tersebut.
Proses pemuatan ulang inilah yang membutuhkan tenaga tambahan dari perangkat. Semakin sering aplikasi ditutup dan dibuka kembali, semakin sering pula prosesor bekerja ekstra. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan penggunaan daya baterai.
Karena itu, membiarkan aplikasi tetap berada di latar belakang dalam kondisi normal justru sering kali lebih efisien dibandingkan menutupnya berulang kali.
Selain membantu menghemat tenaga prosesor, aplikasi yang tersimpan di latar belakang juga membuat perpindahan antar aplikasi menjadi lebih cepat. Pengguna dapat langsung kembali ke aplikasi yang sebelumnya digunakan tanpa perlu menunggu proses pemuatan ulang.
Meski demikian, bukan berarti aplikasi latar belakang tidak pernah perlu ditutup. Dalam beberapa kondisi, menutup aplikasi justru menjadi langkah yang disarankan.
Salah satu contohnya adalah ketika aplikasi mengalami gangguan, macet, atau tidak merespons. Menutup aplikasi secara paksa lalu membukanya kembali dapat membantu menyegarkan sistem dan mengatasi masalah tersebut.
Pengguna juga disarankan menutup aplikasi yang memang terus berjalan di latar belakang dan menggunakan fitur tertentu secara aktif, seperti aplikasi navigasi yang memanfaatkan GPS dalam waktu lama.
Selain itu, aplikasi yang sudah benar-benar tidak digunakan dapat ditutup untuk merapikan tampilan halaman recent apps sehingga lebih mudah dikelola.
Secara umum, pengguna tidak perlu menutup seluruh aplikasi latar belakang setiap saat dengan harapan membuat smartphone lebih cepat atau baterai lebih awet. Sistem operasi modern telah dirancang untuk mengelola penggunaan RAM dan sumber daya perangkat secara otomatis.
Dengan memahami cara kerja aplikasi latar belakang dan manajemen memori pada smartphone, pengguna dapat menggunakan perangkat secara lebih efisien tanpa perlu khawatir terhadap aplikasi yang masih tersimpan di layar recent apps.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































