Pesan Terakhir Fajar Listyantara, Ajak Suporter di DIY Tetap Damai

5 hours ago 1

Pesan Terakhir Fajar Listyantara, Ajak Suporter di DIY Tetap Damai

PSS Sleman menyampaikan duka atas wafatnya Markus Fajar Listyantara dan mengenang dedikasi serta pesan terakhirnya tentang sportivitas dan persaudaraan. /Instagram.

Harianjogja.com, SLEMAN—Manajemen PSS Sleman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Markus Fajar Listyantara, sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah klub berjuluk Laskar Sembada tersebut.

Manajemen menilai Markus Fajar Listyantara merupakan salah satu putra terbaik Sleman yang telah memberikan kontribusi bagi PSS Sleman. Jejak pengabdiannya disebut akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Direksi PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, mengatakan PSS Sleman juga mengenang pesan terakhir almarhum yang mengajak seluruh suporter untuk terus menjaga sportivitas, kerukunan, dan persaudaraan.

“Kami juga mengenang pesan terakhir almarhum yang mengajak seluruh suporter untuk terus menjaga sportivitas, kerukunan, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang sangat berharga bagi sepak bola Yogyakarta dan akan terus kami jaga bersama,” tutur Yoni Arseto dilansir dari laman resmi PSS Sleman, Sabtu (25/7/2026).

Manajemen PSS Sleman turut mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan juga diharapkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi duka tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, PSS Sleman menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keteladanan yang telah diberikan Markus Fajar Listyantara selama menjadi bagian dari keluarga besar klub.

"Sugeng tindak, Mas Fajar. Terima kasih atas setiap dedikasi dan keteladanan yang telah diberikan. Namamu akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar PSS Sleman, dan semangatmu akan terus hidup di hati Bumi Sembada."

Dunia sepak bola DIY berduka. Salah satu legenda sepak bola yang sempat bermain untuk PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara, meninggal dunia. Kepergian sosok yang dikenal atas dedikasinya untuk sepak bola Sleman itu memunculkan gelombang belasungkawa dari masyarakat dan pencinta sepak bola di DIY.

Fajar Listyantara meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit yang diderita. Kabar duka tersebut disampaikan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melalui akun Instagram resminya, @harda.kiswaya, pada Sabtu. Dalam unggahannya, Harda mengenang almarhum sebagai figur yang mengabdikan hidup, tenaga, dan kecintaannya untuk mengharumkan nama Sleman melalui sepak bola.

"Hari ini, lapangan hijau dan seluruh masyarakat Sleman diselimuti duka yang mendalam. Kita melepas salah satu putra terbaik, Markus Fajar Listyantara. Sosok legenda yang pernah mendedikasikan hidup, tenaga, dan cintanya untuk mengharumkan nama daerah," tulis Harda dalam caption perpisahannya.

Menurut Harda, sepak bola bagi Markus Fajar bukan sekadar olahraga. Almarhum dinilai menanamkan nilai kesatria, loyalitas, dan kehormatan dalam setiap perjuangannya membela daerah.

"Setiap keringat dan jejak baktinya telah mengukir sejarah yang akan terus menginspirasi generasi muda Sleman dari masa ke masa," lanjutnya.

Dalam unggahan tersebut, Harda juga mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Selamat jalan, Legenda. Perjuangan, dedikasi, dan keteladananmu akan selalu hidup dan menyala dalam jiwa sepak bola Sleman," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari masyarakat Sleman, pelaku sepak bola, serta para pendukung klub di DIY.

Dikenal sebagai Pelopor Lemparan Jarak Jauh

Markus Fajar Listyantara dikenal sebagai salah satu putra terbaik Sleman yang memiliki kontribusi besar bagi perkembangan sepak bola daerah. Rekam jejaknya dikenang tidak hanya karena prestasi di lapangan, tetapi juga keteladanan dan loyalitas yang ditunjukkannya sepanjang karier.

Semasa aktif bermain pada era 2000-an, pesepak bola asal Kalasan, Sleman, itu dikenal sebagai salah satu pelopor spesialis lemparan ke dalam jarak jauh di sepak bola Indonesia. Jauh sebelum teknik lemparan roket populer seperti saat ini, bola-bola mati hasil lemparannya kerap menjadi senjata berbahaya yang menyulitkan lini pertahanan lawan.

Lahir dari keluarga sepak bola PS Kalasan, Markus Fajar juga pernah menembus skuad Timnas U-23 Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, ia menjadi satu dari sedikit pemain yang pernah membela dua klub besar DIY, yakni PSS Sleman dan PSIM Jogja, serta sempat memperkuat PPSM Magelang.

Dedikasi, loyalitas, dan semangat juang yang ditunjukkan Markus Fajar selama berkarier menjadikannya salah satu sosok yang akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola Sleman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |