
Seorang pengunjung foto di depan kendaraan JAECOO J5 EV saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 di Grand City Surabaya, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Persaingan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia semakin sengit sepanjang Januari–Agustus 2026. Di tengah bertambahnya pilihan model dan rentang harga, Jaecoo J5 justru berhasil memimpin distribusi mobil listrik nasional dengan capaian 23.359 unit.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi mobil listrik secara wholesales mencapai 101.171 unit selama delapan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 97,6% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 51.191 unit.
Capaian tersebut menunjukkan pasar BEV Indonesia masih mengalami pertumbuhan kuat. Persaingan antarmerek juga semakin terbuka karena sejumlah produsen menghadirkan model baru dengan pilihan kendaraan yang semakin beragam.
Jaecoo J5 Pimpin Pasar Mobil Listrik
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik dengan distribusi wholesales tertinggi di Indonesia selama Januari–Agustus 2026. Jika seluruh varian J5 BEV digabungkan, jumlah distribusinya mencapai 23.359 unit.
Posisi kedua ditempati BYD Atto 1 dengan total wholesales 19.909 unit. Angka tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah varian yang dipasarkan BYD di Indonesia, yakni Standard, Premium dan Dynamic.
Geely EX2 berada di peringkat ketiga dengan distribusi sebanyak 9.769 unit. Jumlah tersebut berasal dari gabungan varian EX2 Pro dan EX2 Max.
BYD kembali menempatkan produknya di posisi berikutnya. BYD M6 membukukan distribusi 6.694 unit, sedangkan BYD Sealion 7 mencapai 4.251 unit dari seluruh varian yang tercatat selama periode Januari–Agustus 2026.
Wuling dan Denza Masuk Persaingan
Wuling Darion EV berada di posisi keenam dengan distribusi 3.733 unit. Model tersebut mencatatkan kontribusi dari varian CE dan EX.
Di bawahnya terdapat Denza D9 dengan wholesales 3.001 unit. Persaingan di papan atas juga memperlihatkan sejumlah merek lain mulai mendapatkan ruang di pasar BEV Indonesia.
Geely EX5 menempati peringkat kedelapan setelah mencatatkan distribusi 2.407 unit. Selanjutnya, MG S5 EV berada di posisi kesembilan dengan 2.253 unit.
Aion V melengkapi daftar 10 besar mobil listrik terlaris dengan distribusi sebanyak 2.228 unit sepanjang delapan bulan pertama 2026.
Merek Cina Semakin Agresif
Komposisi 10 besar tersebut memperlihatkan kuatnya kehadiran merek asal Cina dalam pasar kendaraan listrik Indonesia. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan semakin agresifnya ekspansi produsen kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu.
Persaingan BEV diperkirakan semakin dinamis karena pilihan model dan merek yang tersedia di pasar domestik terus bertambah. Kehadiran basis manufaktur lokal juga menjadi bagian dari perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
BYD, misalnya, telah memiliki pabrik di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 150.000 unit per tahun dengan total investasi mencapai Rp16 triliun.
Wuling juga telah memiliki fasilitas manufaktur di Cikarang, Jawa Barat. Sementara itu, merek Cina lainnya seperti Chery, Geely, dan Jetour masih memanfaatkan fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk memproduksi kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.
Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Januari–Agustus 2026
1. Jaecoo J5: 23.359 unit
2. BYD Atto 1: 19.909 unit
3. Geely EX2: 9.769 unit
4. BYD M6: 6.694 unit
5. BYD Sealion 7: 4.251 unit
6. Wuling Darion EV: 3.733 unit
7. Denza D9: 3.001 unit
8. Geely EX5: 2.407 unit
9. MG S5 EV: 2.253 unit
10. Aion V: 2.228 unit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































