Newswire Minggu, 13 September 2026 17:27 WIB

Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025. /Antara.
Harianjogja.com, MEDAN—Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menunjukkan kembali pentingnya infrastruktur perkeretaapian bagi mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi lokal.
Stasiun yang dibangun sejak 1902 itu kini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian, tetapi juga melayani kebutuhan perjalanan warga setelah layanan naik-turun penumpang kembali beroperasi sejak 1 Februari 2025.
Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan keberadaan Stasiun Lidah Tanah menjadi contoh bahwa infrastruktur berusia lebih dari satu abad masih dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.
Menurut dia, stasiun tersebut menjalankan kembali fungsi sosialnya sebagai penghubung masyarakat sekaligus turut mendukung pergerakan ekonomi di wilayah sekitarnya.
“Aksesibilitas yang makin mudah mendorong mobilitas warga Perbaungan dan sekitarnya, baik untuk keperluan bekerja, berdagang, maupun pendidikan. KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan pelayanan agar masyarakat dapat bertransportasi dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Anwar di Medan, Minggu.
Penumpang Stasiun Lidah Tanah Naik
Peran Stasiun Lidah Tanah dalam mendukung mobilitas warga tercermin dari pertumbuhan jumlah penumpang. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, stasiun tersebut melayani 6.047 pelanggan atau rata-rata 756 penumpang setiap bulan.
Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan rata-rata bulanan pada 2025 yang mencapai 630 penumpang. Sepanjang 2025, total pelanggan yang dilayani Stasiun Lidah Tanah tercatat sebanyak 6.924 orang.
Anwar mengatakan peningkatan volume penumpang tidak terlepas dari kembali beroperasinya layanan naik-turun penumpang di stasiun tersebut sejak 1 Februari 2025, bersamaan dengan berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025.
Saat ini, Stasiun Lidah Tanah melayani dua layanan kereta api, yakni KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang-pergi dan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar pulang-pergi.
Dengan layanan tersebut, akses transportasi berbasis rel bagi masyarakat Perbaungan dan wilayah sekitarnya kembali memiliki peran dalam menunjang berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari bekerja, berdagang hingga pendidikan.
Bangunan Bersejarah Tetap Dipertahankan
Secara historis, Stasiun Lidah Tanah dibangun pada masa kolonial. Pada awalnya, stasiun tersebut berfungsi sebagai lokasi persilangan kereta api dan bukan sebagai tempat naik-turun pelanggan.
Dalam beberapa tahun terakhir, KAI Divre I Sumatera Utara melakukan revitalisasi untuk mempersiapkan Stasiun Lidah Tanah agar dapat melayani pelanggan. Kendati mengalami penyesuaian fungsi, karakter asli dan nilai sejarah bangunan stasiun tetap dipertahankan.
Keberadaan stasiun berusia lebih dari satu abad tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bangunan bersejarah dapat terus digunakan dan beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masyarakat tanpa menghilangkan nilai historisnya.
Anwar menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara optimistis layanan kereta api dapat ikut mendukung pertumbuhan wilayah Serdang Bedagai, khususnya kawasan Desa Lidah Tanah.
“Reaktivasi dan konektivitas yang terjaga di Stasiun Lidah Tanah merupakan bentuk komitmen KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang inklusif. Kami berharap layanan kereta api ini dapat terus membuka aksesibilitas wilayah, menggeliatkan perekonomian desa, serta mempermudah mobilitas masyarakat Perbaungan dan sekitarnya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































