Emiten Haji Isam PACK Siapkan Aksi Korporasi untuk Nikel

3 hours ago 1

Emiten Haji Isam PACK Siapkan Aksi Korporasi untuk Nikel

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel dalam jangka pendek. Perseroan menyebut tengah mempertimbangkan aksi korporasi untuk merealisasikan rencana tersebut.

Rencana itu disampaikan manajemen PACK melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, perseroan belum mengungkapkan secara terperinci bentuk aksi korporasi yang sedang dipertimbangkan.

“Dalam jangka pendek, Perseroan berencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Perseroan belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait dengan aksi korporasi tersebut,” ucap manajemen PACK, Jumat (11/9/2026).

Rencana peningkatan kapasitas bijih nikel tersebut muncul di tengah perhatian pasar terhadap pergerakan saham PACK dalam beberapa waktu terakhir. Manajemen perseroan memberikan penjelasan bahwa kenaikan harga saham PACK merupakan bagian dari mekanisme pasar.

Menurut manajemen, salah satu faktor yang turut mendorong kenaikan harga saham adalah kinerja perseroan. Hingga 30 Juni 2026, PACK mencatatkan laba bersih sebesar Rp190,7 miliar.

“Perseroan juga melihat bahwa Eco Energi Perkasa selaku pemegang saham pengendali Perseroan terus memberikan dukungan,” tutur manajemen.

Posisi Haji Isam di PACK

Di sisi lain, PACK kembali menegaskan posisi Haji Isam dalam struktur kepemilikan perseroan. Meskipun menjadi salah satu pemegang saham minoritas signifikan, Haji Isam bukan merupakan pemegang saham pengendali PACK.

Haji Isam masuk sebagai pemegang saham PACK pada Mei 2026. Pada saat itu, dia memborong 6,83 miliar saham PACK atau setara dengan 21,12% dari total saham perseroan.

Saham PACK tersebut dibeli Haji Isam dengan harga Rp137 per saham. Dengan jumlah kepemilikan tersebut, nilai investasi untuk porsi 21,12% saham mencapai sekitar Rp936,65 miliar.

Kepemilikan saham Haji Isam itu diklasifikasikan sebagai kepemilikan tidak langsung. Perseroan menyatakan bahwa meskipun porsi saham yang dimiliki Haji Isam mencapai lebih dari 20%, dia tidak bertindak sebagai pengendali perusahaan.

Dengan demikian, rencana peningkatan kapasitas bijih nikel PACK saat ini masih berada dalam tahap pertimbangan aksi korporasi. Perseroan belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai bentuk maupun rincian aksi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |