Prabowo di KTT BRICS Serukan Suara Global South Didengar untuk Masa Depan Dunia

4 hours ago 1

Sunartono

Sunartono Minggu, 13 September 2026 17:17 WIB

Prabowo di KTT BRICS Serukan Suara Global South Didengar untuk Masa Depan Dunia

Prabowo menegaskan BRICS punya peran strategis memperkuat suara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan dunia. /Website Presiden RI.

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan suara negara-negara Global South atau negara selatan global dalam menentukan arah pembangunan dan tatanan dunia. Menurut Prabowo, BRICS memiliki posisi strategis untuk menyatukan kekuatan negara-negara tersebut sekaligus memperbesar perannya dalam membentuk masa depan global.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berbicara dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu (13/9/2026).

Prabowo menilai penguatan suara Global South diperlukan untuk membangun masa depan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ucap Presiden.

Agenda 2030 Jadi Titik Penting

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti tenggat Agenda 2030 yang dalam empat tahun mendatang akan memasuki tahun target pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut dia, negara-negara di dunia telah menyepakati berbagai komitmen untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi planet, sekaligus membangun institusi yang lebih kuat.

Namun, pencapaian target 2030 tidak seharusnya menjadi akhir dari agenda pembangunan global. Prabowo menegaskan komitmen tersebut harus terus dilanjutkan melewati 2030.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” ujarnya.

Presiden kemudian menekankan bahwa Agenda 2030 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengejar target pembangunan dalam periode tertentu.

Menurut Prabowo, agenda tersebut harus menjadi bagian dari upaya menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang semestinya dalam percaturan dunia.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” kata Presiden.

Global South Diminta Ikut Menentukan Arah Dunia

Prabowo menilai negara-negara berkembang perlu memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan arah masa depan global. Karena itu, suara Global South dinilai tidak cukup hanya didengar dalam pembahasan mengenai percepatan pencapaian Agenda 2030.

Menurutnya, negara-negara berkembang juga harus terlibat dalam menentukan agenda dunia setelah target pembangunan berkelanjutan tersebut berakhir.

“Oleh karena itu, sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” tandasnya.

Dalam konteks tersebut, Prabowo menempatkan BRICS sebagai wadah yang memiliki peran strategis untuk menyatukan suara negara-negara Global South. Penguatan kerja sama melalui BRICS diharapkan dapat memperbesar kontribusi negara berkembang dalam membentuk masa depan dunia.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan pencapaian Agenda 2030 bukan sebagai titik akhir, melainkan pijakan menuju tatanan global yang memberikan ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |