Yaman Kecam Serangan Houthi, Janji Jaga Keamanan Laut Merah

4 hours ago 1

Yaman Kecam Serangan Houthi, Janji Jaga Keamanan Laut Merah

Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik

Harianjogja.com, ADEN—Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menegaskan tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai pangkalan untuk mengancam negara-negara tetangga maupun keamanan pelayaran internasional. Penegasan tersebut disampaikan setelah pemerintah mengecam serangan terbaru kelompok Houthi terhadap sebuah kapal niaga di Laut Merah.

Pemerintah Yaman menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme baru yang dinilai dapat menggagalkan berbagai upaya regional dan internasional dalam meredakan ketegangan. Menurut pemerintah, eskalasi tersebut juga berdampak pada aspek kemanusiaan, ekonomi, hingga keamanan di kawasan.

Pemerintah Nilai Houthi Berisiko Perluas Konflik

Dalam pernyataannya pada Sabtu, Pemerintah Yaman menilai aksi Houthi berpotensi menyeret negara itu ke dalam konflik yang lebih luas.

Pemerintah juga menegaskan respons militer yang dilakukan koalisi pimpinan Arab Saudi merupakan bagian dari upaya pemberantasan terorisme. Operasi tersebut, menurut pemerintah, bertujuan melindungi pelayaran internasional dan mengamankan jalur maritim sesuai hukum internasional dengan tetap mengedepankan prinsip kebutuhan dan proporsionalitas.

Pemerintah Yaman turut menuduh Houthi memanfaatkan Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab untuk mendukung agenda regional Iran. Langkah tersebut, menurut pemerintah, juga dimaksudkan memperkuat posisi Teheran dalam perundingan.

Tegaskan Komitmen Jaga Jalur Maritim

Pemerintah Yaman memperingatkan tindakan Houthi mengancam kepentingan nasional negara tersebut. Karena itu, pemerintah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan koalisi pimpinan Arab Saudi serta mitra regional dan internasional.

Kerja sama tersebut difokuskan untuk melindungi warga sipil, menjaga kedaulatan Yaman, mengamankan pelayaran internasional, serta memastikan seluruh pelabuhan Yaman tetap beroperasi.

"Pemerintah Yaman tidak akan membiarkan wilayahnya terus dijadikan pangkalan untuk mengancam negara-negara tetangga dan keamanan maritim internasional," demikian isi pernyataan pemerintah tersebut.

Pemerintah juga meminta komunitas internasional memutus sumber pendanaan dan pasokan senjata bagi kelompok Houthi, sekaligus meminta para pendukung kelompok tersebut dimintai pertanggungjawaban.

Ketegangan di Laut Merah Meningkat

Sebelumnya, pada Jumat malam, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sasaran militer Houthi di Provinsi Hodeidah. Operasi itu dilakukan setelah Houthi menargetkan kapal-kapal niaga di Laut Merah.

Koalisi menegaskan Pelabuhan Hodeidah tidak menjadi sasaran serangan dan seluruh pelabuhan Yaman tetap dibuka bagi aktivitas pelayaran.

Di sisi lain, Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Pulau Kamaran serta fasilitas telekomunikasi di Hodeidah.

Ketegangan semakin meningkat setelah Houthi mengancam melarang kapal yang terkait dengan Arab Saudi melintasi Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Pada Senin, kelompok tersebut mengumumkan larangan pelayaran menuju Arab Saudi, yang kemudian dibalas koalisi pimpinan Arab Saudi dengan janji memberikan respons "tegas dan kuat" serta meningkatkan perlindungan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |