Serangan Kilang Minyak UEA, Indonesia Desak Semua Pihak Tahan Diri

4 hours ago 5

Serangan Kilang Minyak UEA, Indonesia Desak Semua Pihak Tahan Diri Distribusi bahan bakar minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke seluruh dunia. ANTARA/Anadolu - py.

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia menyuarakan keprihatinan serius atas serangan drone dan rudal yang menghantam fasilitas kilang minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab. Insiden tersebut dinilai berpotensi memperburuk stabilitas kawasan sekaligus mengganggu rantai pasok energi global.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mendesak semua pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk menahan diri dan tidak memperkeruh situasi.

“Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil,” demikian pernyataan Kemlu RI, Rabu.

Serangan yang menyasar pusat energi strategis tersebut dinilai tidak hanya melanggar kesepakatan gencatan senjata, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi global. Kilang minyak Fujairah merupakan salah satu titik vital distribusi energi dunia, sehingga gangguan di wilayah ini dapat berdampak luas, termasuk pada harga energi internasional.

Indonesia juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi meluas ke luar kawasan dan memicu ketidakpastian global yang lebih besar.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya diplomasi dan dialog damai demi menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.

Selain itu, Kemlu RI juga mengeluarkan imbauan khusus bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah UEA agar tetap waspada terhadap situasi keamanan.

“Seluruh WNI diimbau agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah setempat serta perwakilan RI di UAE,” demikian Kemlu RI.

Insiden ini bermula dari laporan Kantor Media Fujairah yang menyebut terjadi kebakaran besar di kawasan Zona Industri Minyak Fujairah pada Senin (4/5). Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh serangan drone yang disebut-sebut berasal dari Iran.

Akibat insiden tersebut, tiga warga negara India dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Namun, tudingan keterlibatan Iran langsung dibantah oleh Islamic Revolutionary Guard Corps. Melalui pernyataan yang dikutip media pemerintah IRIB, pihak IRGC menegaskan tidak melakukan serangan apa pun terhadap UEA.

Mereka juga menyebut tuduhan dari otoritas UEA sebagai tidak berdasar, sehingga menambah kompleksitas situasi dan memperbesar potensi ketegangan di kawasan.

Situasi ini menjadi perhatian serius banyak negara, termasuk Indonesia, mengingat dampaknya tidak hanya pada keamanan regional, tetapi juga pada stabilitas ekonomi global. Upaya deeskalasi melalui jalur diplomasi dinilai menjadi langkah paling krusial untuk mencegah konflik semakin meluas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |