Pelari Sleman Temple Run Berpeluang Foto di Depan Candi Ratu Boko

4 hours ago 4

Harianjogja.com, SLEMAN—Ajang lari tahunan Sleman Temple Run (STR) 2026 berpeluang menghadirkan sensasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Para peserta berkesempatan menikmati spot foto eksklusif tepat di depan kawasan Candi Ratu Boko, bukan lagi sekadar melintas di area luar seperti edisi sebelumnya.

Wacana ini tengah dimatangkan oleh Dinas Pariwisata Sleman dengan tetap mengedepankan aspek pelestarian cagar budaya. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, mengungkapkan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Kementerian Kebudayaan.

“Kami koordinasi dengan Museum dan Cagar Budaya. Kalau memang diizinkan, pelari bisa sampai depan candi dan berfoto di sana,” kata Irawati dihubungi, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan, akses ke kawasan inti candi tidak akan dibuka secara sembarangan. Sejumlah skema teknis tengah disiapkan untuk memastikan keamanan struktur bangunan bersejarah tersebut, salah satunya dengan penggunaan alas khusus untuk meredam getaran langkah kaki peserta.

“Perlu fasilitas khusus supaya aman, misalnya alas untuk menahan getaran. Ini masih dalam proses perizinan,” katanya.

Rencana inovasi ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi Sleman Temple Run yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Meski target awal peserta hanya 500 orang, panitia optimistis jumlah tersebut bisa terlampaui, mengingat animo pelari pada tahun sebelumnya mencapai lebih dari 1.000 peserta.

Tak hanya menyasar pelari domestik, STR 2026 juga dibidik sebagai magnet bagi pelari mancanegara. Kehadiran peserta internasional dinilai mampu memberikan efek berganda bagi sektor pariwisata, mulai dari okupansi hotel hingga peningkatan kunjungan ke destinasi wisata di Sleman.

Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, menilai event ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan lomba lari di daerah lain.

“Tidak ada daerah lain yang memiliki rute lari melewati kawasan candi seperti ini,” kata Edy beberapa waktu lalu.

Meski demikian, pengembangan rute baru untuk ajang ini masih menjadi tantangan tersendiri. Irawati mengakui bahwa pembukaan jalur trail baru membutuhkan biaya besar dan proses yang tidak mudah, terutama karena banyaknya kawasan yang harus dijaga kelestariannya.

“Sebenarnya kami sudah mencoba mencari jalur baru, tapi kesulitan membuka jalur baru. Butuh biaya besar. Semoga tahun depan Dinas Pariwisata punya dana untuk membuka jalur baru,” ucapnya.

Dengan potensi menghadirkan pengalaman lari sekaligus wisata sejarah, Sleman Temple Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga ikon sport tourism yang semakin mengangkat daya tarik Jogja di mata dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |