Foto Anggota Polsek Mojosongo Boyolali saat melakukan olah tempat kejadian perkara pencurian di toko retail Alfamart di Dukuh Pulurejo, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Selasa (5/5/2026). (Istimewa - Humas Polres Boyolali)
Harianjogja.com, BOYOLALI—Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) kembali meresahkan warga Boyolali. Kali ini, pelaku menyasar gerai ritel modern Alfamart di Dukuh Pulurejo, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, dengan modus membobol plafon toko saat dini hari.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, aksi tersebut baru terungkap beberapa jam kemudian ketika karyawan hendak membuka toko pada pagi hari.
Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, menjelaskan bahwa karyawan yang datang pertama kali langsung menemukan kondisi toko dalam keadaan tidak wajar.
“Pelapor atas nama Mawardi (26) mendapati etalase rokok dalam kondisi kosong serta laci kasir terbuka. Setelah dicek, ditemukan bagian plafon toko di area belakang, dekat kamar mandi, telah dijebol,” ujar Winarsih, Rabu (6/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga masuk dengan cara merusak bagian atap atau plafon, kemudian turun ke dalam ruangan toko. Sasaran utama adalah ratusan bungkus rokok yang tersimpan di etalase.
Total sebanyak 940 bungkus rokok dari berbagai merek dilaporkan hilang. Nilai kerugian akibat barang yang digondol pelaku mencapai sekitar Rp26,1 juta. Selain itu, kerusakan fisik bangunan toko turut menambah kerugian sekitar Rp2,5 juta.
“Total kerugian yang dialami pengelola toko, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, mencapai sekitar Rp28,7 juta,” jelasnya.
Kasus ini langsung ditangani aparat dari Polsek Mojosongo yang bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan sejumlah bukti penting guna mengungkap identitas pelaku.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang yang diduga digunakan dalam aksi pencurian, termasuk alat pemotong jenis cutter serta pecahan plafon berbahan gypsum yang menjadi akses masuk pelaku.
Tak hanya itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) juga telah diamankan dan kini sedang dianalisis oleh penyidik. Polisi berharap dari rekaman tersebut dapat terungkap ciri-ciri maupun jumlah pelaku yang terlibat.
“Rekaman CCTV sedang kami dalami. Kami berkomitmen mengungkap pelaku dan menjaga keamanan wilayah dari tindak kejahatan,” tegasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi pencurian dengan modus serupa di wilayah ritel modern. Polisi mengimbau pengelola toko untuk meningkatkan sistem keamanan, terutama pada bagian atap dan area yang minim pengawasan, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id


















































