PSSI sebut VAR di Championship signifikan kurangi kekeliruan wasit

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Wasit Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Yoshimi Ogawa menyebut penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di liga kasta kedua Indonesia atau Championship pada musim 2025/2026 mampu mengurangi kekeliruan wasit secara signifikan.

"Performa wasit meningkat signifikan dengan adanya VAR yang diterapkan di Championship musim ini," kata Yoshimi Ogawa kepada awak media dalam acara "Refereeing Workshop for Media" yang digelar PSSI bekerja sama dengan PSSI Pers di Jakarta, Selasa.

Komisi Wasit PSSI mencatat selama pekan pertama hingga pekan ke-21 bergulirnya Championship musim ini, tingkat keputusan wasit yang dinilai benar mencapai 91 persen dari total 255 insiden kunci yang terjadi dalam pertandingan.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan musim sebelumnya. Pada saat teknologi VAR pertama kali digunakan pada musim 2024/2025, tingkat akurasi keputusan wasit baru mencapai sekitar 75 persen dari total 211 insiden penting yang terjadi dalam pertandingan.

Menurut Ogawa, peningkatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan teknologi VAR, tetapi juga oleh proses adaptasi para wasit terhadap sistem tersebut. Seiring berjalannya waktu, para wasit semakin memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal untuk membantu mengambil keputusan yang lebih akurat.

Baca juga: Komite Wasit PSSI tekankan pentingnya jaminan keamanan bagi wasit

Ia menjelaskan bahwa selain dukungan VAR, kinerja wasit dalam mengambil keputusan di lapangan tanpa bantuan teknologi juga mengalami peningkatan. Hal itu, menurut dia, tidak lepas dari pemahaman para wasit terhadap aturan permainan yang semakin baik serta tingkat disiplin yang semakin meningkat.

Komite Wasit PSSI, lanjut Ogawa, terus berupaya memberikan edukasi dan pelatihan kepada para wasit agar mampu mengatur setiap pertandingan secara profesional. Program pelatihan tersebut mencakup pemahaman terhadap aturan pertandingan (Laws of the Game), simulasi pengambilan keputusan, hingga evaluasi performa wasit setelah pertandingan berlangsung.

Tak hanya itu, kondisi fisik para wasit di Indonesia saat ini juga mengalami perubahan signifikan. Para wasit kini dituntut untuk menjaga kebugaran tubuh agar mampu mengikuti tempo permainan yang semakin cepat dalam sepak bola modern.

"Wasit-wasit kita juga memiliki pola konsumsi yang kurang lebih sama dengan para atlet sepak bola," katanya.

Baca juga: PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang

Menurut Ogawa, pola latihan dan pola makan yang lebih teratur membuat para wasit mampu menjaga konsentrasi dan stamina sepanjang pertandingan. Hal tersebut menjadi faktor penting karena wasit harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat di tengah tekanan pertandingan.

Ia juga mengaku menyambut baik perkembangan performa para wasit di kompetisi sepak bola Indonesia dalam beberapa musim terakhir. Meski demikian, Ogawa menegaskan bahwa peningkatan tersebut belum membuat pihaknya merasa sepenuhnya puas.

Ogawa menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu terus diperbaiki, mulai dari konsistensi pengambilan keputusan hingga komunikasi antara wasit utama dan asisten wasit di lapangan.

Karena itu, ia memastikan Komite Wasit PSSI akan terus menjalankan program edukasi dan evaluasi secara berkelanjutan bagi para wasit di seluruh Indonesia. Melalui upaya tersebut, diharapkan kualitas kepemimpinan pertandingan dapat terus meningkat dan pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kemajuan sepak bola nasional.

Ogawa juga menekankan bahwa peningkatan kualitas wasit merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kompetisi yang adil dan profesional. Dengan dukungan teknologi seperti VAR serta pembinaan yang berkelanjutan, ia optimistis kualitas perwasitan di Indonesia akan semakin baik di masa mendatang.

Baca juga: PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series

Baca juga: PSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 2026

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |