I.League kecam keras tindakan tidak sportif di laga EPA U-20

1 day ago 7

Jakarta (ANTARA) - Operator kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026, I.League, mengecam keras insiden tidak sportif yang terjadi dalam pertandingan EPA Super League U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 pada Minggu di Stadion Citarum, Semarang.

Insiden ini melibatkan beberapa pemain, termasuk pemain Bhayangkara yang merupakan penggawa timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto, yang melakukan "tendangan kungfu" terhadap pemain lawan.

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Direktur Utama I.League Ferry Paulus melalui keterangan resminya, Selasa.

Ferry juga menegaskan bahwa aspek pembinaan karakter menjadi tujuan utama kompetisi, termasuk penanaman nilai fair play bagi seluruh elemen pertandingan.

Baca juga: PSSI kutuk keras insiden kekerasan di EPA U20

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," kata dia.

“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan," lanjut dia.

Dengan tegas, Ferry juga menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi. “Kami tidak bisa menoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak," ucap Ferry.

Ferry juga mengingatkan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim untuk menjunjung tinggi nilai fair play serta menjaga emosi selama pertandingan berlangsung.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri," tutur Ferry.

Baca juga: Dewa United desak sanksi tegas atas insiden di EPA U20

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan bahwa federasi tidak akan menoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun di lapangan.

Ia juga mengungkapkan bahwa PSSI mengutuk keras kejadian ini, dengan ia meminta Komite Disiplin untuk memberikan sanksi seberat-beratnya.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Yunus Nusi.

Lebih lanjut, PSSI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut serta membuka kemungkinan adanya evaluasi terhadap perangkat pertandingan.

“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapa pun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan, yang akan menjadi perhatian Komite Wasit untuk evaluasi, edukasi dan sanksi bila terbukti,” lanjutnya.

Di kesempatan berbeda, Fadly Alberto Hengga yang juga merupakan pemain timnas U-17 di Piala Dunia U-17 2025 akhir tahun lalu itu mengutarakan permintaan maaf di akun Instagram resminya.

"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis. Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," ucap Fadly.

Baca juga: Nova sebut ada sanksi pemain timnas terlibat keributan di EPA U-20

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |