KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan

3 hours ago 1

KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan Foto ilustrasi pelintasan kereta api. - Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—PT KAI Daop 6 Jogja menutup puluhan perlintasan liar dalam empat tahun terakhir sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Hingga Mei 2026, total sudah ada 38 perlintasan liar yang ditutup di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Penutupan dilakukan karena keberadaan perlintasan liar dinilai membahayakan lantaran tidak memiliki sistem pengamanan resmi maupun penjagaan yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan di jalur perlintasan kereta api.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan jumlah penutupan perlintasan liar terus bertambah setiap tahun.

Pada 2023, KAI Daop 6 Jogja menutup enam perlintasan liar. Jumlah itu meningkat pada 2024 dan 2025 dengan masing-masing 14 perlintasan ditutup. Sementara sepanjang Januari hingga Mei 2026, sudah ada empat perlintasan liar yang kembali ditutup.

“Perlintasan liar tidak memiliki pengamanan yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi. Kondisi ini tentu menimbulkan potensi risiko bahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat,” kata Feni, Kamis (7/5/2026).

Perlintasan Liar Ditutup di DIY dan Jawa Tengah

Feni menjelaskan, 38 perlintasan liar yang telah ditutup tersebar di sejumlah wilayah di DIY dan Jawa Tengah. Di wilayah DIY, penutupan dilakukan di Wates sebanyak tiga perlintasan, Brambanan dua perlintasan, dan Kota Jogja dua perlintasan.

Sementara di Jawa Tengah, penutupan terbanyak berada di Wonogiri dengan 17 perlintasan. Selain itu, terdapat empat perlintasan di Solo, empat di Wojo, dua di Sumberlawang, dua di Sragen, satu di Klaten, dan satu di Palur.

Meski demikian, KAI Daop 6 Jogja mencatat saat ini masih terdapat 13 perlintasan liar di wilayah operasionalnya dari total 292 perlintasan sebidang yang ada.

Menurut Feni, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat di area perlintasan kereta api.

KAI Gencarkan Sosialisasi Keselamatan

Selain menutup perlintasan liar, KAI Daop 6 Jogja juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar terkait keselamatan berlalu lintas di perlintasan sebidang. Upaya lain dilakukan melalui pemasangan rambu-rambu keselamatan di sejumlah titik perlintasan kereta api.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui berbagai upaya seperti penutupan perlintasan liar, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan perangkat imbauan keselamatan, serta pembinaan berkelanjutan kepada petugas di lapangan, kami berharap dapat terus meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |