Harianjogja.com, JAKARTA— Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin pesat dan mulai mengubah berbagai sektor pekerjaan di dunia. Di tengah kekhawatiran gelombang otomatisasi, sebuah riset dari US Career Institute mengungkap ada puluhan profesi yang diprediksi tetap aman dan sulit digantikan AI.
Kemajuan AI memang membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia. Berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini dapat diselesaikan lebih cepat dengan bantuan teknologi. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru mengenai masa depan tenaga kerja manusia.
Pertanyaan seperti “Apakah AI akan mengambil pekerjaan saya?” semakin sering muncul seiring meningkatnya penggunaan robot dan sistem otomatis di berbagai bidang industri.
Karena itu, pemilihan jalur karier kini dinilai tidak hanya mempertimbangkan peluang kerja saat ini, tetapi juga ketahanan profesi terhadap otomatisasi pada masa depan.
Meski banyak pekerjaan mulai terdampak perkembangan AI, sejumlah profesi diperkirakan tetap membutuhkan keterampilan manusia, terutama yang berkaitan dengan empati, kreativitas, pengambilan keputusan kompleks, hingga interaksi sosial secara langsung.
Berdasarkan penelitian US Career Institute, berikut 65 pekerjaan yang diprediksi tidak bisa digantikan AI, baik saat ini maupun pada masa mendatang:
Nurse Practitioners
Choreographers
Physician Assistants
Mental Health Counselors
Nursing Instructors and Teachers, Post-Secondary
Coaches and Scouts
Athletic Trainers
Physical Therapists
Orthotists and Prosthetists
Occupational Therapists
Marriage and Family Therapists
Art Therapists
Music Therapists
Health-Care Social Workers
Mental Health and Substance Abuse Social Workers
Bioengineers and Biomedical Engineers
Psychology Teachers, Post-Secondary
Fitness and Wellness Coordinators
Soil and Plant Scientists
Social Work Teachers, Post-Secondary
Art, Drama, and Music Teachers, Post-Secondary
Psychiatrists
Anthropology and Archaeology Teachers, Post-Secondary
Physicists
Architecture Teachers, Post-Secondary
Nurse Midwives
Emergency Medical Technicians
Security Managers
Civil Engineers
Transportation Engineers
Adapted Physical Education Specialists
Paramedics
Clinical Nurse Specialists
Critical Care Nurses
Advanced-Practice Psychiatric Nurses
Dentists, General
Set and Exhibit Designers
Prosthodontists
Education Administrators, Kindergarten Through Secondary
Oral and Maxillofacial Surgeons
Firefighters
First-Line Supervisors of Firefighting and Prevention Workers
Urban and Regional Planners
Recreational Therapists
Directors, Religious Activities and Education
Dermatologists
Neurologists
First-Line Supervisors of Police and Detectives
Neuropsychologists
Clinical Neuropsychologists
Orthopedic Surgeons, Except Pediatric
Architects, Except Landscape and Naval
Surgeons, All Other
Emergency Management Directors
Preventive Medicine Physicians
Physical Medicine and Rehabilitation Physicians
Hospitalists
Sports Medicine Physicians
Pediatric Surgeons
Obstetricians and Gynecologists
Interior Designers
Landscape Architects
Fish and Game Wardens
Chief Executives
Manufactured Building and Mobile Home Installers
Sebagian besar profesi dalam daftar tersebut berasal dari sektor kesehatan, pendidikan, teknik, keselamatan publik, hingga industri kreatif. Bidang-bidang itu dinilai tetap membutuhkan sentuhan manusia yang sulit direplikasi AI, terutama dalam aspek empati, intuisi, komunikasi interpersonal, dan kreativitas.
Riset tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak selalu berarti hilangnya seluruh pekerjaan manusia. Di sisi lain, perubahan teknologi justru mendorong masyarakat untuk meningkatkan keterampilan adaptif dan memilih profesi yang memiliki nilai humanis tinggi di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia


















































