Wabah Ebola Ganggu Persiapan Kongo Jelang Piala Dunia 2026

6 hours ago 6

Wabah Ebola Ganggu Persiapan Kongo Jelang Piala Dunia 2026

Ilustrasi Ebola/Ist-express.co.uk

Harianjogja.com, JOGJA— Kabar mengejutkan datang dari persiapan kontestan pesta sepak bola terbesar jagat raya. Tim nasional (Timnas) Kongo secara resmi terpaksa membatalkan seluruh agenda pemusatan latihan (training camp/TC) serta acara perpisahan dengan suporter di ibu kota Kinshasa menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Langkah darurat ini diambil imbas dari merebaknya ancaman wabah virus Ebola yang kian mengganas di wilayah timur negara tersebut. Untuk menjamin keselamatan para atlet, otoritas sepak bola setempat memutuskan memindahkan sisa program persiapan ke luar negeri demi menghindari paparan virus Ebola jenis Bundibugyo yang tergolong langka.

Berdasarkan laporan medis mutakhir, virus mematikan ini telah merenggut lebih dari 130 korban jiwa dan memicu hampir 600 kasus suspek di lapangan. Kondisi genting ini bahkan membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan status wabah tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Padahal, skuad berjuluk The Leopards ini awalnya dijadwalkan melakoni TC intensif selama tiga hari di Kinshasa. Agenda tersebut sekaligus dirancang sebagai momentum pamungkas untuk berpamitan dengan para pendukung setia sebelum mereka bertolak menuju benua Eropa dan Amerika Serikat.

Uji Coba Internasional Tetap Berjalan

Meskipun situasi di dalam negeri tengah dicekam krisis kesehatan, manajemen tim memastikan proses pematangan strategi tidak akan berhenti. Juru bicara timnas Kongo, Jerry Kalemo, menegaskan bahwa dua pertandingan uji coba internasional yang telah dijadwalkan dipastikan tetap bergulir sesuai rencana semula.

Sesuai kalender FIFA, Kongo akan menantang kekuatan Denmark di Liege, Belgia pada 3 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan laga persahabatan kontra Chile pada 9 Juni 2026. Seusai merampungkan tur Eropa tersebut, barulah Kongo akan terbang ke Houston, Amerika Serikat, untuk melakoni laga pembuka babak penyisihan Grup K Piala Dunia 2026 melawan tim raksasa Portugal pada 17 Juni 2026.

“Ada tiga tahap persiapan, yakni di Kinshasa untuk berpamitan dengan publik, lalu Belgia dan Spanyol dengan dua pertandingan uji coba, serta tahap ketiga mulai 11 Juni 2026 di Houston. Hanya satu tahap yang dibatalkan, yakni di Kinshasa,” terang Jerry Kalemo, melansir dari The Guardian, Kamis (21/5/2026).

Keputusan pembatalan ini dinilai tidak akan terlalu mengganggu kebugaran fisik pemain secara makro. Pasalnya, mayoritas pilar utama timnas Kongo beserta sang juru taktik asal Prancis, Sebastien Desabre, selama ini memang berkarier di luar negeri, terutama di kompetisi Prancis. Kalemo menambahkan, sejumlah jajaran staf tim yang berbasis di Kongo juga diperintahkan untuk segera mengosongkan area dan terbang meninggalkan negara tersebut.

Pantauan Ketat FIFA dan Aturan Karantina AS

Merespons dinamika ini, federasi sepak bola dunia (FIFA) menegaskan terus memantau perkembangan situasi epidemi tersebut secara berkala lewat komunikasi intensif bersama Federasi Sepak Bola Kongo (Fecofa). Langkah ini penting guna memastikan seluruh kontingen mendapatkan proteksi medis maksimal.

“FIFA mengetahui dan memantau situasi terkait wabah Ebola serta terus berkomunikasi erat dengan federasi sepak bola Kongo untuk memastikan tim mendapatkan seluruh panduan medis dan keamanan,” tulis rilis resmi FIFA.

Di sisi lain, badan otoritas kesehatan Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sempat menerbitkan regulasi ketat berupa larangan masuk sementara bagi warga asing yang sempat singgah di Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam tempo tiga pekan terakhir. Kebijakan proteksi wilayah ini akan diberlakukan selama 30 hari ke depan.

Beruntung, pejabat pemerintah AS memberikan jaminan bahwa skuad timnas Kongo terbebas dari jerat aturan pembatasan tersebut karena posisi mereka yang sudah menetap di Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, bagi anggota delegasi tim yang kedapatan sempat pulang ke Kongo dalam rentang 21 hari terakhir, mereka wajib tunduk pada prosedur karantina ketat setibanya di AS.

Sayangnya, dispensasi khusus ini dipastikan tidak berlaku bagi para suporter Kongo yang ingin terbang langsung memberikan dukungan ke stadion. Skuad asuhan Sebastien Desabre sendiri berhasil mengamankan tiket kelolosan dramatis ke Piala Dunia 2026 seusai menumbangkan Jamaika pada babak play-off di Meksiko.

Turnamen edisi kali ini sekaligus menjadi panggung bersejarah karena menjadi penampilan perdana Kongo di putaran final Piala Dunia sejak tahun 1974, saat negara tersebut masih menggunakan nama Zaire. Dalam perjalanannya nanti, setelah bersua Portugal, Kongo dijadwalkan menantang Kolombia di Guadalajara pada 23 Juni 2026 dan Uzbekistan di Atlanta pada 27 Juni 2026.

Guna mengarungi ketatnya persaingan, Kongo telah merilis daftar 26 pemain terbaiknya, termasuk penyerang andalan Yoane Wissa, gelandang jangkar Noah Sadiki, hingga bek sayap Aaron Wan-Bissaka. Namun, tembok pertahanan mereka dipastikan sedikit keropos menyusul dicoretnya bek tengah Rocky Bushiri akibat menderita cedera parah pada bagian otot Achilles, posisi lowong tersebut kini resmi digantikan oleh gelandang Aaron Tshibola

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |