Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar

5 hours ago 3

Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar

Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lonjakan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi pantai di Gunungkidul mulai berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata. Hingga Mei 2026, capaian PAD dari retribusi wisata bahkan sudah menembus lebih dari Rp26 miliar atau sekitar 72 persen dari target tahunan.

Kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata di Gunungkidul yang terus bergerak naik setelah sejumlah destinasi pantai mengalami pembenahan fasilitas dan penataan kawasan wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan capaian PAD wisata hingga Mei ini mencapai Rp26.188.276.215.

Jumlah tersebut sudah mencapai 72,61% dari target PAD wisata 2026 sebesar Rp36,01 miliar.

“Kunjungannya bagus sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan sehingga pendapatan yang dicapai juga ikut berpengaruh,” kata Eko, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, peningkatan pendapatan tahun ini jauh melampaui periode yang sama pada 2025. Saat itu, PAD wisata yang diperoleh baru berada di angka sekitar Rp10,4 miliar.

“Tahun ini dua kali lipat dibanding capaian pada Mei 2025,” ujarnya.

Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul optimistis target PAD 2026 dapat tercapai lebih cepat, bahkan sebelum semester pertama berakhir. Momentum libur sekolah pada Juni diperkirakan akan kembali mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan.

“Tren perkembangan wisata Gunungkidul bagus, makanya kami yakin target PAD 2026 bisa terpenuhi di semester pertama,” kata Eko.

Selain PAD, jumlah wisatawan yang datang ke Gunungkidul juga menunjukkan peningkatan besar. Hingga saat ini tercatat sudah ada 2.115.956 pengunjung yang masuk ke berbagai destinasi wisata di wilayah tersebut.

Adapun target kunjungan wisata sepanjang 2026 dipatok sebanyak 3,2 juta wisatawan.

“Sama seperti PAD, kami yakin kunjungan tahun ini bisa terlampaui targetnya,” ungkapnya.

Destinasi favorit wisatawan masih didominasi kawasan pantai di wilayah Kapanewon Tanjungsari, terutama Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.

Tingginya kunjungan ke Pantai Sepanjang disebut dipengaruhi penataan kawasan yang membuat wajah pantai terlihat lebih baru dan menarik perhatian wisatawan. Sementara di Pantai Drini, keberadaan wahana seperti Drini Park hingga On The Rock ikut menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

“Pantai lain juga ramai tapi yang paling signifikan kunjungannya ada di Pantai Drini dan Sepanjang,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, menambahkan pihaknya terus melakukan pembenahan layanan wisata, termasuk penerapan sistem pembayaran non-tunai penuh atau cashless di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron sejak 12 Mei 2026.

Menurut dia, sebelum penerapan penuh dilakukan, pemerintah telah menggelar uji coba dan hasilnya sebagian besar pengunjung sudah siap menggunakan metode pembayaran digital.

“Memang masih ada 20% calon pengunjung belum siap. Rata-rata kelompok ini berusia di atas 50 tahun,” kata Hary.

Meski demikian, pengunjung yang belum memiliki alat pembayaran non-tunai tetap dapat bertransaksi karena pemerintah bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menyediakan kartu e-money beserta layanan pengisian saldo di lokasi wisata.

“Sudah disiapkan kartu e-money yang bisa dibeli pengunjung, lengkap juga dengan proses top up saldo di dalamnya. Kebijakan ini dibuat untuk menekan kebocoran serta memudahkan pengunjung bertransaksi,” katanya.

Penerapan sistem pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan wisata di Gunungkidul di tengah meningkatnya arus wisatawan menuju kawasan pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |