Volkswagen Pangkas 100.000 Pekerjaan hingga 2030

5 hours ago 1

Volkswagen Pangkas 100.000 Pekerjaan hingga 2030

Logo Volkswagen/Ist-Car Logos

Harianjogja.com, JOGJA— Volkswagen bersiap melakukan salah satu restrukturisasi terbesar sepanjang sejarah perusahaan dengan memangkas hingga 100.000 posisi pekerjaan sampai 2030.

Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa perubahan besar tengah berlangsung di industri otomotif global. Volkswagen menghadapi tekanan dari penurunan penjualan, melemahnya laba, perubahan permintaan konsumen, hingga persaingan yang semakin agresif dari produsen mobil asal Tiongkok.

Perusahaan otomotif asal Jerman itu sebelumnya telah mengumumkan rencana pengurangan 50.000 posisi pada Maret 2026. Kini, Volkswagen menyetujui tambahan pengurangan sekitar 50.000 posisi.

Dengan demikian, total pekerjaan yang berpotensi dihapus hingga 2030 mencapai sekitar 100.000 posisi.

Restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya Volkswagen untuk memperbaiki kinerja sekaligus menyederhanakan bisnisnya. Grup Volkswagen sendiri menaungi sejumlah merek otomotif besar, termasuk Volkswagen, Audi, Porsche, dan Skoda.

Perusahaan juga tengah mengevaluasi masa depan sejumlah pabrik yang berada di Jerman.

Melansir BBC, Sabtu (5/9/2026), CEO Volkswagen Oliver Blume menyebut keputusan tersebut sebagai sinyal kuat mengenai arah masa depan perusahaan.

Menurut Blume, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab Volkswagen terhadap seluruh tenaga kerja.

Penjualan Tertekan di Pasar Utama

Keputusan Volkswagen melakukan pengurangan tenaga kerja terjadi ketika perusahaan menghadapi tekanan di sejumlah pasar penting.

Produsen yang dikenal melalui berbagai model, termasuk Golf, tersebut mengalami penurunan laba seiring dengan melemahnya penjualan. Pada saat yang sama, persaingan di industri otomotif semakin ketat.

Salah satu tekanan terbesar datang dari produsen mobil Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan Volkswagen di Tiongkok mengalami tekanan. Kondisi tersebut cukup signifikan karena China sebelumnya menjadi salah satu pasar terbesar bagi Volkswagen.

Produsen otomotif China kini semakin agresif memperluas pasar internasional. Mereka menawarkan kendaraan dengan teknologi baru sekaligus biaya produksi yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah pesaing global.

BYD menjadi salah satu contoh produsen China yang mengalami pertumbuhan pesat.

Perusahaan tersebut mencatat peningkatan penjualan di berbagai pasar internasional, termasuk Inggris, Uni Eropa, dan Asia Tenggara.

Persaingan tersebut membuat produsen otomotif tradisional seperti Volkswagen harus melakukan penyesuaian besar agar tetap kompetitif.

Tekanan Juga Datang dari Amerika Serikat

Selain China, Volkswagen menghadapi tantangan di pasar Amerika Serikat.

Penjualan Volkswagen di AS mengalami penurunan. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kebijakan tarif impor mobil yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Situasi di dua pasar utama tersebut membuat Volkswagen harus mencari cara untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Perusahaan mengatakan penyesuaian tenaga kerja diperlukan untuk mempertahankan daya saing di tengah perubahan permintaan konsumen dan perkembangan teknologi.

"Penyesuaian mendasar terhadap kapabilitas tenaga kerja global diperlukan" demi menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan permintaan dan perkembangan teknologi.

Pengurangan sekitar 50.000 posisi tambahan tersebut akan mencakup berbagai bagian di dalam grup Volkswagen, termasuk posisi manajemen.

Artinya, restrukturisasi tidak hanya menyasar pekerja operasional, tetapi juga bagian manajerial perusahaan.

Volkswagen Kurangi Model dan Kompleksitas Produk

Selain memangkas tenaga kerja, Volkswagen juga berupaya membuat struktur bisnisnya lebih sederhana.

Perusahaan menargetkan pengurangan jumlah model yang diproduksi hingga 50 persen. Volkswagen juga ingin memangkas kompleksitas lini produknya hingga 75 persen pada 2035.

Strategi tersebut dilakukan dengan memprioritaskan kendaraan yang dianggap paling menarik bagi konsumen dan pasar.

Volkswagen kemudian akan meningkatkan volume produksi untuk setiap model yang dipertahankan.

Langkah itu diharapkan dapat menciptakan skala produksi yang lebih besar sehingga biaya pembuatan kendaraan dapat ditekan.

Bagi konsumen, perubahan tersebut berpotensi membuat pilihan model Volkswagen di sejumlah pasar menjadi lebih terbatas dalam jangka panjang. Namun, dari sisi perusahaan, penyederhanaan lini produk diharapkan dapat membuat produksi lebih efisien dan membantu menghadapi persaingan harga serta teknologi yang semakin ketat.

Restrukturisasi besar-besaran ini menunjukkan bagaimana perubahan industri otomotif, terutama peralihan teknologi dan munculnya pemain China, mulai memaksa produsen lama melakukan penyesuaian terhadap struktur bisnis dan tenaga kerja mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |