Perbaikan Sejumlah Jalan Sleman Melampaui Target, Ada Deviasi 55,96 Persen

3 hours ago 2

Perbaikan Sejumlah Jalan Sleman Melampaui Target, Ada Deviasi 55,96 Persen

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah proyek pemeliharaan dan rehabilitasi jalan kabupaten di Sleman menunjukkan progres pekerjaan yang lebih cepat dibandingkan rencana. Kondisi tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat karena perbaikan infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas sehari-hari.

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mencatat beberapa pekerjaan bahkan memiliki selisih capaian yang cukup jauh dari progres yang direncanakan.

Sekretaris DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'aruf, mengatakan salah satu pekerjaan dengan capaian tinggi terdapat pada pemeliharaan berkala Jalan Turi-Gondoarum.

Hingga saat ini, realisasi pekerjaan ruas tersebut telah mencapai 93,6%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan rencana progres yang berada di level 37,64%.

Dengan demikian, pekerjaan Jalan Turi-Gondoarum mencatatkan deviasi positif sebesar 55,96 poin persentase.

Progres tinggi juga terlihat pada pemeliharaan berkala Jalan Gejayan-Demangan. Realisasi pekerjaan telah mencapai 99,11%, sedangkan progres yang direncanakan berada di angka 66,41%.

Selain dua ruas tersebut, pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Turgenen-Tegal Donon berjalan sesuai rencana. Realisasi pekerjaan tercatat 58,675%, sama dengan progres yang telah ditargetkan.

Sementara itu, pemeliharaan berkala Jalan Tlacap-Brayut telah mencapai realisasi 31,1%. Capaian tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan rencana progres sebesar 30,22%, dengan deviasi positif 0,88 poin persentase.

Pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Banjarhajo-Ngemplak juga berada di atas rencana. Realisasi pekerjaan mencapai 20,23%, sedangkan progres yang direncanakan sebesar 12,51%.

Kondisi serupa terjadi pada rehabilitasi Jembatan Kadisoko. Pekerjaan tersebut telah terealisasi 19,054%, lebih tinggi dibandingkan rencana progres yang berada di angka 12,381%.

Rangkaian pekerjaan itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Sleman meningkatkan kualitas jaringan jalan kabupaten. Perbaikan infrastruktur diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga memperlancar aktivitas masyarakat.

Jalan yang lebih baik penting bagi mobilitas warga, termasuk perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan, hingga kawasan perekonomian. Kelancaran akses juga berpengaruh terhadap distribusi barang dan jasa antarkawasan.

Apalagi, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat menjelang akhir tahun. Pemkab Sleman menyiapkan langkah pemeliharaan lanjutan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.

“Akhir tahun dalam persiapan natal dan tahun baru, kami akan melakukan perbaikan juga. Datanya nanti kami sesuaikan dari hasil survei bulan November,” kata Fauzan dihubungi, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Fauzan, hasil survei kondisi jalan pada November akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya. Dengan pendekatan tersebut, ruas jalan yang membutuhkan perhatian dapat ditentukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Perbaikan infrastruktur jalan tersebut merupakan bagian dari percepatan program Sleman Dalane Alus, Sleman Padang.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, sebelumnya menekankan pentingnya kualitas jalan dalam mendukung mobilitas masyarakat. Jalan yang baik dinilai dapat mengurangi hambatan dalam perjalanan sekaligus membantu memperlancar distribusi.

Konektivitas antarwilayah pun menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah. Ketika akses jalan lebih baik, pergerakan orang maupun barang diharapkan dapat berlangsung lebih lancar.

Pemkab Sleman juga tidak hanya berfokus pada kondisi permukaan jalan. Fasilitas pendukung transportasi turut menjadi perhatian, salah satunya melalui penyediaan Alat Penerangan Jalan (APJ).

Pemenuhan APJ dilakukan antara lain melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Hingga 2024, realisasi pemasangan APJ di Sleman baru mencapai 48% dari total kebutuhan.

Dengan panjang jalan kabupaten sekitar 699,5 kilometer, kebutuhan APJ di Sleman diperkirakan mencapai sekitar 17.000 titik. Jarak ideal antarlampu berada di kisaran 40 meter.

Pengembangan jalan sekaligus fasilitas penerangan tersebut diharapkan membuat konektivitas wilayah Sleman semakin baik. Bagi masyarakat, peningkatan kualitas infrastruktur menjadi faktor penting untuk mendukung mobilitas yang lebih aman, lancar, dan menunjang kegiatan ekonomi sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |