Cara Mengembalikan File Terhapus di Laptop Windows dan Mac

3 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA— File penting yang tidak sengaja terhapus dari laptop tidak selalu langsung hilang secara permanen.

Pada kondisi tertentu, file masih dapat dikembalikan dengan memanfaatkan fitur bawaan sistem operasi. Bahkan, file yang sudah tidak terlihat di folder penyimpanan masih memiliki kemungkinan dipulihkan menggunakan aplikasi pemulihan data.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung panik ketika mendapati dokumen, foto, video, atau file penting lainnya terhapus.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengingat kapan file tersebut dihapus dan apakah setelah itu pengguna sudah melakukan banyak aktivitas di laptop.

Semakin cepat proses pemulihan dilakukan, semakin besar peluang file yang terhapus dapat ditemukan kembali, terutama jika file tersebut sudah dihapus secara permanen.

Berikut beberapa cara mengembalikan file yang terhapus di laptop yang dapat dicoba.

1. Gunakan fitur Undo

Cara paling sederhana adalah menggunakan fitur Undo untuk membatalkan tindakan penghapusan.

Metode ini cocok jika file baru saja terhapus dan pengguna belum melakukan banyak tindakan lain di laptop.

Pada laptop Windows, pengguna dapat menekan kombinasi tombol Ctrl + Z setelah file terhapus. Sementara pada Mac atau MacBook, gunakan kombinasi Command + Z.

Jika berhasil, sistem akan membatalkan tindakan terakhir sehingga file yang baru saja dihapus dapat kembali ke lokasi sebelumnya.

Namun, cara ini memiliki keterbatasan.

Undo pada dasarnya membatalkan tindakan terakhir yang dilakukan pengguna. Karena itu, metode tersebut lebih efektif jika langsung digunakan setelah file terhapus dan belum ada tindakan lain yang dilakukan.

Jika sudah terlalu lama atau pengguna telah melakukan berbagai aktivitas lain, coba metode berikutnya.

2. Cek Recycle Bin atau Trash

File yang dihapus melalui sistem operasi umumnya tidak langsung dimusnahkan.

Pada Windows, file yang dihapus biasanya dipindahkan terlebih dahulu ke Recycle Bin. Sementara pada macOS, file tersebut masuk ke Trash.

Selama file masih berada di tempat tersebut dan belum dikosongkan, pengguna masih dapat mengembalikannya.

Untuk Windows, buka Recycle Bin, kemudian cari file yang ingin dipulihkan. Klik kanan file tersebut dan pilih Restore.

File akan dikembalikan ke lokasi penyimpanan sebelum dihapus.

Pada Mac atau MacBook, buka Trash dan cari file yang dimaksud. Setelah menemukannya, klik kanan kemudian pilih Put Back.

File akan dikembalikan ke lokasi sebelumnya.

Perlu diperhatikan, batas waktu penyimpanan file di Recycle Bin atau Trash tidak selalu sama pada setiap perangkat dan konfigurasi. Pada Mac, misalnya, terdapat pengaturan yang dapat membuat item di Trash dihapus secara otomatis setelah 30 hari.

Karena itu, jangan menganggap semua file yang berada di Recycle Bin atau Trash pasti otomatis terhapus setelah 30 hari.

Jika folder tersebut sudah dikosongkan, pengguna masih dapat mencoba metode pemulihan data.

3. Pakai aplikasi pemulihan data

Aplikasi pemulihan data dapat menjadi pilihan ketika file sudah tidak ditemukan di Recycle Bin atau Trash.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah Disk Drill. Aplikasi pemulihan data bekerja dengan memindai media penyimpanan untuk mencari data yang masih dapat dipulihkan.

File yang sudah dihapus secara permanen terkadang masih dapat ditemukan karena data tersebut belum langsung hilang secara fisik dari media penyimpanan. Namun, peluang pemulihan dapat berkurang apabila ruang penyimpanan tersebut sudah digunakan untuk menulis data baru.

Karena itu, jika file yang terhapus sangat penting, sebaiknya kurangi penggunaan laptop dan hindari menyimpan atau menginstal banyak data baru sebelum proses pemulihan dilakukan.

Untuk mencoba pemulihan menggunakan Disk Drill, langkah umumnya sebagai berikut:

  • Unduh dan instal Disk Drill.

  • Buka aplikasi tersebut.

  • Pilih drive atau lokasi penyimpanan tempat file sebelumnya berada.

  • Jalankan proses pemindaian dengan memilih opsi Search for lost data.

  • Tunggu hingga proses pemindaian selesai.

  • Telusuri hasil pemindaian untuk menemukan file yang ingin dipulihkan.

  • Gunakan fitur pratinjau jika tersedia untuk memastikan file yang ditemukan memang file yang dicari.

  • Pilih file tersebut dan klik Recover.

  • Tentukan lokasi penyimpanan untuk file hasil pemulihan.

  • Tunggu hingga proses pemulihan selesai.

Sebisa mungkin, jangan menyimpan file hasil pemulihan ke drive atau media penyimpanan yang sama dengan lokasi asal file yang terhapus jika terdapat pilihan lain. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko data lama tertimpa.

Jangan Langsung Menyerah jika File Terhapus

File yang terhapus memang belum tentu hilang selamanya. Jika baru saja menghapusnya, pengguna dapat mencoba Ctrl + Z di Windows atau Command + Z di Mac.

Jika cara tersebut tidak berhasil, periksa Recycle Bin atau Trash sebelum menggunakan aplikasi pemulihan data.

Untuk file yang sudah terhapus secara permanen, aplikasi pemulihan dapat menjadi opsi berikutnya. Namun, tidak ada jaminan semua file dapat dikembalikan karena keberhasilan pemulihan bergantung pada kondisi media penyimpanan dan apakah data lama sudah tertimpa data baru.

Karena itu, tindakan paling penting setelah menyadari file terhapus adalah segera berhenti melakukan aktivitas yang tidak perlu pada media penyimpanan tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa, pengguna juga sebaiknya melakukan pencadangan file penting secara rutin ke penyimpanan eksternal atau layanan cloud. Dengan begitu, ketika file utama terhapus atau laptop mengalami masalah, masih terdapat salinan yang dapat digunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |