Sering Tak Disadari Ini Penyebab Mobil Anda Boros BBM

8 hours ago 7

Jumali

Jumali Kamis, 21 Mei 2026 15:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Banyak pemilik kendaraan roda empat mengira bahwa menguasai teknik berkendara hemat energi atau eco driving sudah lebih dari cukup untuk menekan pengeluaran logistik bahan bakar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa performa efisiensi bahan bakar minyak (BBM) juga sangat ditentukan oleh kondisi teknis armada itu sendiri.

Mulai dari aspek pemeliharaan mesin hingga kondisi eksternal ban, seluruh variabel mekanis ini menjadi penentu mutlak seberapa irit mobil Anda saat melaju di jalan raya. Jika faktor-faktor ini diabaikan, upaya mengemudi sehalus apa pun akan sia-sia karena mesin dipaksa bekerja di luar kapasitas idealnya.

Faktor pertama yang sering luput dari perhatian adalah tekanan angin pada ban. Ketika karet roda kekurangan tekanan, area gesekan antara ban dengan permukaan aspal akan melebar, sehingga laju mobil menjadi lebih berat dan menuntut suplai tenaga tambahan dari ruang bakar.

Beban kerja mesin dipastikan bakal kian kedodoran jika mobil sering mengangkut muatan berlebih atau overload. Setiap pabrikan telah menetapkan batas tonase maksimal; melampaui ambang batas tersebut sama saja memicu sistem injeksi menyemprotkan bensin secara ugal-ugalan demi menggerakkan bobot kendaraan.

Kondisi ini diperparah jika pemilik gemar melakukan modifikasi estetika yang salah kaprah, seperti memasang pelek berdiameter besar atau ban yang terlalu lebar. Ubahan kosmetik tersebut justru menambah beban statis kendaraan sekaligus merusak tingkat aerodinamika mobil saat membelah angin.

Sektor dapur pacu juga memegang peranan krusial dalam urusan efisiensi ini. Penggunaan jenis BBM yang tidak sesuai dengan angka kompresi atau rekomendasi pabrikan akan memicu proses pembakaran yang tidak optimal, yang lambat laun berujung pada penurunan drastis performa mesin.

Penurunan performa tersebut biasanya berjalan beriringan dengan kelalaian pemilik dalam melakukan perawatan harian. Keterlambatan dalam mengganti oli mesin, misalnya, akan meningkatkan kadar friksi antarkomponen metal di dalam mesin sehingga mekanis penggerak bekerja jauh lebih berat.

Di samping itu, jarang melakukan servis berkala ke bengkel resmi juga berisiko membuat filter udara tersumbat kotoran. Akibat pasokan oksigen ke ruang bakar terhambat, sistem komputer mobil secara otomatis akan meningkatkan pasokan bensin agar mesin tidak mati, sebuah proses pemborosan terselubung yang jarang disadari pengemudi.

Bagi pengguna mobil modern, optimalisasi konsumsi bensin sebenarnya bisa dibantu dengan memanfaatkan fitur bawaan pabrik. Namun, jika mode eco driving ini jarang diaktifkan—terutama saat terjebak dalam situasi kemacetan lalu lintas kota yang padat—maka sistem manajemen efisiensi kendaraan tidak akan berjalan secara maksimal.

Langkah terakhir tentu kembali pada perilaku di balik kemudi. Gaya berkendara yang agresif, seperti kebiasaan menghentak pedal gas demi akselerasi instan serta melakukan pengereman mendadak, menjadi pelengkap utama yang membuat tangki bensin cepat terkuras habis.

Melalui pemahaman komprehensif terhadap delapan faktor teknis tersebut, para pengemudi kini bisa mengambil langkah preventif sederhana secara mandiri. Melakukan pengecekan rutin tekanan ban, menyortir barang bawaan, serta disiplin menerapkan jadwal servis berkala tidak hanya efektif mengamankan isi dompet dari pengeluaran bensin, melainkan juga ampuh memperpanjang usia pakai komponen mobil kesayangan Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |