Heatstroke Saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertamanya

1 hour ago 3

Heatstroke Saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertamanya

Ilustrasi cuaca panas/Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Cuaca panas dapat meningkatkan risiko heatstroke, kondisi darurat akibat kegagalan tubuh mengatur suhu yang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak hingga organ vital. Dokter spesialis neurologi RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi, Sp.N., M.Si.Med., mengingatkan pasien heatstroke harus segera mendapatkan tindakan pendinginan.

Menurut Sholihul, paparan cuaca panas yang disertai aktivitas fisik berlebihan, kurang asupan cairan, serta kondisi tubuh yang tidak fit dapat meningkatkan risiko gangguan termoregulasi.

“Pada cuaca panas seperti ini mempermudah terjadinya kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh atau termoregulasi yang dipicu oleh aktivitas yang berlebihan, kurang memadainya kecukupan asupan cairan dan tubuh yang tidak fit,” kata Sholihul saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Segera Pindahkan ke Tempat Sejuk

Pertolongan pertama pada orang yang mengalami heatstroke dapat dimulai dengan memindahkannya ke tempat yang lebih sejuk. Pakaian yang terlalu ketat atau menghalangi pelepasan panas juga perlu dilonggarkan.

Proses pendinginan tubuh dapat dilakukan dengan membasahi atau mengompres permukaan tubuh, kemudian mengipasinya agar proses pelepasan panas berlangsung lebih cepat.

Pemberian cairan melalui minuman hanya boleh dilakukan apabila orang tersebut masih sadar penuh dan mampu menelan dengan baik.

Sebaliknya, orang yang mengalami penurunan kesadaran tidak boleh dipaksa minum. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Di fasilitas kesehatan, pasien dapat membutuhkan pemberian cairan melalui infus serta pemantauan terhadap fungsi sejumlah organ vital, seperti ginjal, hati, jantung, dan otak.

Gejala Heatstroke Bisa Berkembang Bertahap

Sholihul menjelaskan gangguan akibat paparan panas dapat muncul secara bertahap. Pada tahap ringan yang dikenal sebagai heat cramps, seseorang dapat mengalami rasa haus, keringat berlebihan, serta kram otot.

Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Gejalanya antara lain peningkatan suhu tubuh yang umumnya masih di bawah 40 derajat Celsius, denyut nadi cepat tetapi lemah, pusing, sakit kepala, dan mual.

Pada fase heat exhaustion, seseorang umumnya masih dalam kondisi sadar penuh.

Sementara itu, heatstroke merupakan kondisi yang lebih berat. Suhu tubuh dapat meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius dan disertai gangguan fungsi otak.

“Terjadi juga gangguan fungsi otak, yaitu kesadaran yang menurun seperti meracau, kejang sampai koma, dan juga kegagalan fungsi ginjal, hati, serta gangguan pembekuan darah,” ujar Sholihul.

Karena dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa, heatstroke tidak cukup ditangani hanya dengan beristirahat atau minum air. Pendinginan harus dilakukan sesegera mungkin sembari mendapatkan pertolongan medis.

Lansia dan Sejumlah Kelompok Lebih Berisiko

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengingatkan masyarakat mengenai risiko heatstroke selama musim kemarau, khususnya bagi mereka yang melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Menurut Sholihul, risiko gangguan akibat panas juga dapat meningkat pada orang yang mengalami gangguan sistem regulasi keringat. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk antihistamin dan beta blocker.

Sejumlah kelompok juga dinilai lebih rentan mengalami heatstroke saat cuaca panas. Mereka antara lain lansia, orang yang mengonsumsi obat tertentu, orang dengan kegemukan, orang yang melakukan aktivitas fisik berat tanpa aklimatisasi, serta mereka yang kondisi kesehatannya sedang tidak optimal.

Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di tengah cuaca panas perlu memperhatikan kondisi tubuh, mencukupi kebutuhan cairan, memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan suhu lingkungan, serta menghindari aktivitas fisik berlebihan.

Jika seseorang mulai mengalami gejala gangguan akibat panas dan kondisinya memburuk, terutama ketika kesadaran mulai terganggu, pertolongan medis perlu segera dicari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |