
Ruang tunggu Bandara YIA di Kulonprogo/ Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) hingga 2025 baru melayani sekitar 4 juta penumpang atau sekitar 25% dari total kapasitas terminal yang mencapai 20 juta penumpang per tahun. Kondisi ini mendorong percepatan pengembangan koridor pariwisata Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) untuk meningkatkan arus wisatawan dan pemanfaatan bandara.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama para pemangku kepentingan kini memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan kapasitas YIA yang dinilai telah memiliki infrastruktur bertaraf internasional.
General Manager (GM) YIA Muhammad Thamrin mengatakan tantangan utama YIA saat ini bukan lagi pembangunan infrastruktur, melainkan optimalisasi kapasitas bandara. YIA memiliki pondasi yang kuat dengan layanan 13 maskapai, 17 rute domestik, dan tiga rute internasional.
Bandara tersebut juga didukung landasan pacu sepanjang 3.250 meter yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777ER, terminal seluas 219 ribu meter persegi, serta fasilitas kargo domestik dan internasional.
Menurutnya, rendahnya tingkat pemanfaatan kapasitas bandara tidak terlepas dari waktu operasional YIA yang dimulai bertepatan dengan pandemi Covid-19.
"Kuncinya adalah memperkuat konektivitas penerbangan, membangun permintaan pasar, dan mengintegrasikan seluruh ekosistem pariwisata agar YIA benar-benar menjadi gerbang utama wisatawan mancanegara ke Yogyakarta dan kawasan JOGLOSEMAR," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Strategis Kepariwisataan melalui Jejaring Ekosistem YIA yang digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Senin (27/7/2026).
Muhammad Thamrin menjelaskan strategi Joglosemar Integrated Tourism Corridor menjadi langkah percepatan untuk mewujudkan visi tersebut. Strategi ini mengintegrasikan konektivitas penerbangan, destinasi unggulan, transportasi, serta ekosistem ekonomi kreatif dalam pengalaman perjalanan yang terpadu (seamless).
Implementasi strategi tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 75% dalam lima tahun. Selain itu, lama tinggal wisatawan diperkirakan meningkat dari 2–3 hari menjadi 5–7 hari serta meningkatkan pengeluaran wisatawan hingga sekitar US$2.800 per perjalanan.
"Serta menambah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY dan Jawa Tengah sekitar Rp4 triliun," lanjutnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan percepatan pengembangan YIA hanya dapat diwujudkan melalui orkestrasi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, penguatan ekosistem pariwisata memerlukan roadmap yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta target implementasi yang terukur agar potensi besar YIA mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Roadmap harus segera difinalisasi dan progresnya terus dikawal karena dampaknya bukan hanya bagi bandara, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," tuturnya.
Ni Made meminta skema aksi diselesaikan dalam waktu satu pekan sebagai dasar penyusunan roadmap 100 hari. Implementasi program ditargetkan mulai berjalan pada 15 Oktober 2026 dengan fokus pada pengembangan pasar internasional, khususnya Australia, China, dan India.
Upaya tersebut akan diperkuat melalui sales mission, promosi terpadu, serta sinergi antara DIY dan Jawa Tengah dalam pengembangan Koridor JOGLOSEMAR.
Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto Setyo Aji menilai keberhasilan akselerasi YIA tidak lagi ditentukan oleh pembangunan infrastruktur semata, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi.
Untuk mempercepat implementasi, GIPI mengusulkan tiga quick wins, yakni penguatan konektivitas penerbangan internasional (Connectivity Push), pengembangan paket wisata terpadu Joglosemar Pass, serta promosi dan penjualan bersama melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, maskapai, dan pelaku industri pariwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































