
Suasana di YIA, Jumat (27/10/2023). Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) menyerahkan bantuan sarana evakuasi water rescue berupa satu unit perahu karet dan satu unit motor tempel berkekuatan 25 PK kepada Yayasan Sigap Lintas Batas Kulonprogo, Selasa (28/7/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan pesisir selatan Kulonprogo yang berbatasan langsung dengan Laut Selatan Jawa.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem tanggap darurat di sekitar kawasan bandara sekaligus mendukung kesiapan relawan dalam melaksanakan operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi saat terjadi kondisi darurat di wilayah perairan.
General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin, mengatakan penanganan risiko kebencanaan di sekitar kawasan strategis penerbangan membutuhkan dukungan peralatan yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta kolaborasi antarlembaga.
"Bantuan perahu karet dan motor tempel ini merupakan wujud kepedulian manajemen pusat dan regional. Kami berharap armada ini dapat mendukung operasional pencarian, pertolongan, dan evakuasi, khususnya pada kondisi kedaruratan perairan di Kulonprogo," ujar Thamrin kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Ia menegaskan Bandara YIA akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo maupun komunitas relawan untuk memperkuat manajemen risiko bencana di kawasan bandara dan wilayah sekitarnya.
Bupati Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, wilayah pesisir selatan Kulonprogo memiliki potensi ancaman bencana hidrometeorologi maupun gempa bumi megathrust sehingga kesiapan personel dan peralatan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
"Kami sangat berterima kasih atas penyaluran bantuan peralatan evakuasi ini. Harapan kita bersama, bencana tidak pernah terjadi. Namun, kesiapan peralatan dan personel mutlak diperlukan," tutur Agung.
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan tersebut, Agung meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mendampingi relawan melalui pelatihan penggunaan perahu hingga simulasi evakuasi secara berkala.
Relawan Siapkan Pelatihan dan Uji Operasional
Ketua SAR Yayasan Sigap Lintas Batas, Sulistyawan, menyebut bantuan perahu karet dan motor tempel menjadi dukungan penting bagi peningkatan kapasitas operasional tim relawan yang telah bergerak di bidang kemanusiaan sejak 2021.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menggelar uji operasional serta pelatihan intensif bagi personel di kawasan Waduk Sermo sesuai rekomendasi Kantor SAR Jogja.
"Seluruh dokumentasi aktivitas dan laporan pemanfaatan aset ini akan kami laporkan secara berkala kepada BNPB serta manajemen YIA dalam waktu 60 hari ke depan," jelas Sulistyawan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan di wilayah pesisir Kulonprogo sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana melalui kolaborasi antara pengelola bandara, pemerintah daerah, dan komunitas kebencanaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































