VW Lepas Kendali Everlence, Komisi Eropa Beri Lampu Hijau

1 hour ago 1

Jumali

Jumali Sabtu, 15 Agustus 2026 20:37 WIB


Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Eropa (European Commission/EC) resmi menyetujui penjualan 51% saham Everlence milik Volkswagen Group (VW) kepada perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Bain Capital. Keputusan tersebut membuka jalan bagi penyelesaian transaksi senilai €7,4 miliar atau sekitar Rp140 triliun.

Dilansir dari Reuters, dalam keterangannya, Komisi Eropa menyatakan bahwa transaksi tersebut tidak menimbulkan masalah terkait persaingan usaha di pasar Uni Eropa.

Sebelumnya, Volkswagen telah mengumumkan pada akhir Juni 2026 bahwa pihaknya mencapai kesepakatan dengan Bain Capital untuk mengalihkan kepemilikan mayoritas di Everlence.

Tidak Menimbulkan Masalah Persaingan

Sesuai aturan Uni Eropa, setiap akuisisi atau transaksi bisnis dalam skala besar harus menjalani proses peninjauan guna memastikan tidak menghambat persaingan usaha yang sehat.

Setelah melakukan evaluasi, Komisi Eropa menyimpulkan bahwa pengambilalihan saham mayoritas Everlence oleh Bain Capital tidak menimbulkan risiko dominasi pasar maupun gangguan terhadap kompetisi di sektor terkait.

Dengan keluarnya persetujuan tersebut, Volkswagen kini dapat melanjutkan proses restrukturisasi aset yang telah direncanakan.

Bagian dari Strategi Restrukturisasi Volkswagen

Penjualan saham mayoritas Everlence merupakan bagian dari langkah strategis Volkswagen untuk lebih fokus pada bisnis inti perusahaan, yakni industri otomotif.

Langkah ini dilakukan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi produsen mobil asal Jerman tersebut, mulai dari tekanan terhadap profitabilitas, ketatnya persaingan di pasar Tiongkok, biaya besar transisi menuju kendaraan listrik, hingga program efisiensi yang tengah dijalankan perusahaan.

Dana sebesar €7,4 miliar dari transaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan VW sekaligus mendukung transformasi bisnis jangka panjang.

Everlence, Mantan MAN Energy Solutions

Everlence sebelumnya dikenal dengan nama MAN Energy Solutions sebelum melakukan rebranding pada 2025.

Perusahaan yang berkantor pusat di Augsburg, Jerman, itu merupakan salah satu produsen terkemuka dunia di bidang mesin berukuran besar, turbin industri, serta teknologi dekarbonisasi.

Saat ini Everlence mempekerjakan sekitar 16.000 karyawan dan membukukan pendapatan tahunan sekitar €4,9 miliar.

Produk dan layanan perusahaan banyak digunakan dalam sektor energi, pelayaran, industri berat, hingga proyek-proyek yang mendukung pengurangan emisi karbon.

Lokasi Produksi di Jerman Tetap Dipertahankan

Salah satu isu yang sempat menjadi perhatian di Jerman adalah potensi dampak transaksi tersebut terhadap lapangan kerja dan fasilitas produksi dalam negeri.

Namun berdasarkan informasi yang sebelumnya disampaikan Volkswagen, lima lokasi operasional Everlence di Jerman akan tetap dipertahankan di bawah struktur kepemilikan baru setidaknya hingga tahun 2030.

Selain itu, perusahaan juga menyatakan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena alasan bisnis selama periode tersebut.

Komitmen ini dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi ribuan pekerja serta menjaga keberlangsungan aktivitas industri di sejumlah wilayah Jerman.

Fokus pada Bisnis Inti

Bagi Volkswagen, transaksi dengan Bain Capital tidak hanya menghadirkan tambahan dana dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyederhanakan portofolio bisnis perusahaan.

Dengan melepas kepemilikan mayoritas di Everlence, VW dapat mengurangi eksposur terhadap sektor non-otomotif dan memusatkan sumber daya pada pengembangan kendaraan listrik, teknologi digital, serta persaingan global yang semakin ketat.

Persetujuan Komisi Eropa menjadi langkah penting dalam proses restrukturisasi tersebut sekaligus menandai perubahan kepemilikan salah satu perusahaan industri energi terbesar di Jerman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |