Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 20:27 WIB

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur terus diperkuat. Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan personel ke daerah terdampak serta menyiapkan pesawat Hercules dan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) guna mendukung evakuasi korban, distribusi bantuan, dan mobilisasi logistik ke wilayah yang terdampak bencana.
Langkah tersebut dilakukan menyusul gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Selain menerjunkan personel di lapangan, TNI juga menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk mempercepat penanganan darurat di sejumlah daerah terdampak.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan kesiapan armada udara dan laut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
"TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak," kata Muhammad Nas, dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta.
Personel TNI Diterjunkan ke Wilayah Terdampak
Selain menyiapkan dukungan transportasi strategis, TNI juga mengerahkan prajurit dari sejumlah satuan teritorial yang berada di sekitar wilayah terdampak gempa.
Personel yang saat ini terlibat dalam operasi kemanusiaan berasal dari:
- Kodim 1603/Sikka
- Kodim 1612/Manggarai
- Kodim 1602/Ende
- Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere
Prajurit tersebut bertugas membantu proses evakuasi korban, penanganan warga terdampak, serta mendukung berbagai kebutuhan darurat di lapangan.
Muhammad Nas menjelaskan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.
TNI saat ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta berbagai instansi terkait lainnya.
BNPB Catat Korban Jiwa dan Ribuan Pengungsi
Berdasarkan data BNPB hingga Sabtu pukul 12.30 WIB, gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur telah menyebabkan korban jiwa dan memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Data sementara menunjukkan sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya mengalami luka ringan.
BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi secara mandiri ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Korban meninggal dunia tersebar di beberapa daerah, yakni:
- Kabupaten Manggarai: enam orang
- Kabupaten Manggarai Timur: lima orang
- Kabupaten Sikka: tiga orang
Selain korban jiwa, BNPB mencatat sekitar lima kepala keluarga (KK) turut terdampak secara langsung akibat gempa tersebut.
Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Mengalami Kerusakan
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas publik.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BNPB, terdapat:
- 54 unit rumah rusak berat
- 9 unit rumah rusak sedang
- 11 unit rumah rusak ringan
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas layanan publik yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Rinciannya meliputi:
- 5 fasilitas kesehatan
- 1 fasilitas pendidikan
- 1 gudang Bulog
- 3 fasilitas ibadah
- 6 kantor pemerintahan
Data tersebut masih terus diperbarui seiring proses pendataan yang dilakukan petugas di lapangan.
Manggarai Menjadi Wilayah Paling Terdampak
BNPB mencatat Kabupaten Manggarai menjadi daerah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa bumi tersebut. Setelah itu, wilayah yang juga mengalami dampak cukup besar adalah Kabupaten Manggarai Timur.
Proses verifikasi dan validasi data korban maupun kerusakan masih terus berlangsung. Karena itu, jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang tercatat saat ini masih berpotensi berubah sesuai hasil pendataan lanjutan dari petugas yang berada di lapangan.
Sementara itu, pengerahan personel TNI, dukungan Hercules, serta kesiapan Kapal Perang Republik Indonesia diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan dan memperkuat penanganan darurat di wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)