Mensos Prioritaskan Keselamatan Warga Pascagempa

1 hour ago 1

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Menurut Gus Ipul, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung bergerak segera setelah menerima informasi terkait gempa yang berdampak di sejumlah wilayah di NTT.

“Sejak informasi gempa kami terima, jajaran Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana di lapangan. Fokus utama sekarang adalah penyelamatan dan perlindungan warga terdampak, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mempercepat pendataan korban,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Kemensos telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB). Selain itu, bantuan logistik juga digerakkan dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 15.40 WIB, gempa berdampak di sejumlah daerah, terutama Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sementara jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.

Data sementara juga mencatat sebanyak 38 orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, dan dua orang lainnya dilaporkan masih tertimbun. Namun, angka tersebut masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Saya sudah minta seluruh jajaran di lapangan bekerja cepat, tetapi tetap memastikan datanya akurat. Prioritas pertama tentu korban yang membutuhkan pertolongan, kemudian pengungsi, kelompok rentan, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.

Bantuan Logistik Rp4,52 Miliar

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik dengan total nilai sekitar Rp4,52 miliar.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai lebih dari Rp1,01 miliar dikirim ke Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, tenda serbaguna, dan kids ware.

Sementara itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp541,6 juta ke Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, serta tenda serbaguna.

Kemensos juga menyiapkan tambahan bantuan dari Gudang Pusat Bekasi senilai sekitar Rp2,96 miliar. Bantuan tersebut mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

“Logistik yang tersedia di daerah langsung kita gerakkan agar masyarakat tidak menunggu. Pada saat yang sama, stok dari pusat juga kita dorong untuk memperkuat kebutuhan beberapa hari ke depan. Jangan sampai warga terdampak kekurangan makanan, tempat berlindung, maupun kebutuhan dasar lainnya,” kata Gus Ipul.

Pengungsian dan Santunan Korban

Sejumlah lokasi pengungsian sementara telah disiapkan di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan masih melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Khusus untuk korban meninggal dunia, Kemensos tengah melakukan verifikasi dan validasi data bersama pemerintah daerah. Setelah proses tersebut selesai, santunan akan diberikan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kemensos akan memastikan hak-hak korban ditangani sesuai ketentuan. Tim saat ini sedang melakukan verifikasi dan validasi agar penyalurannya dapat segera dilakukan,” ujarnya.

Gus Ipul juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG.

“Yang paling penting sekarang keselamatan. Jangan masuk ke bangunan yang kondisinya belum dipastikan aman. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi. Kemensos bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus berada di lapangan mendampingi masyarakat sampai situasi benar-benar tertangani,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |