Harianjogja.com, BANTUL—Aksi pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, memicu pengejaran panjang yang melibatkan warga hingga melintasi dua wilayah dan berakhir di Kota Jogja.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) itu menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV serta video pengejaran pelaku beredar luas di media sosial. Meski tabung gas curian berhasil diamankan kembali, pelaku hingga kini masih berhasil melarikan diri dan dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut dan saat ini penyelidikan masih berlangsung.
"Benar, kami menerima laporan terkait dugaan pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di wilayah Dlingo. Setelah aksinya diketahui warga, pelaku sempat dikejar hingga keluar wilayah Bantul. Saat ini identitas pelaku masih dalam penyelidikan dan anggota kami masih terus melakukan pencarian," kata Rita, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula sekitar pukul 11.57 WIB ketika kamera CCTV merekam seorang pria mengendarai sepeda motor Suzuki Nex berwarna hijau-putih melintas di Jalan Cino Mati, Kalurahan Terong.
Tak lama kemudian, pria tersebut diduga bergerak menuju wilayah Dlingo.
Sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku diduga mengambil satu tabung gas LPG 3 kilogram milik Timbul Budiyono, 53, warga Koripan 2, Kalurahan Dlingo.
Setelah membawa tabung gas tersebut, pelaku berusaha meninggalkan lokasi melalui Jalan Imogiri–Dlingo.
Namun, pelariannya tidak berjalan mulus.
Sekitar pukul 13.50 WIB, warga yang mengenali kendaraan dan ciri-ciri pelaku langsung melakukan pengejaran. Kecurigaan warga muncul karena pelaku diduga pernah terlibat dalam sejumlah kasus pencurian tabung gas di kawasan yang sama.
"Pelaku diduga merupakan orang yang sama dengan beberapa kasus pencurian tabung gas sebelumnya. Karena itu, ketika warga melihat kendaraan dan ciri-ciri pelaku, mereka langsung berusaha menghentikan dan mengejarnya," ujar Rita.
Pengejaran berlangsung cukup menegangkan di sepanjang jalur Imogiri–Dlingo. Saat berada di kawasan Kaliurang, salah seorang warga berhasil memepet sepeda motor pelaku hingga terjatuh.
Akibat insiden tersebut, tabung gas yang dibawa pelaku terlepas dan berhasil diamankan warga.
Meski demikian, pelaku tidak menyerah. Setelah terjatuh, ia kembali bangkit dan melanjutkan pelarian menggunakan sepeda motornya.
"Di kawasan Kaliurang, Jalan Imogiri–Dlingo, salah seorang warga sempat memepet kendaraan pelaku hingga terjatuh. Tabung gas yang dibawa pelaku juga ikut terlepas di lokasi, tetapi pelaku kembali bangkit dan melanjutkan pelariannya," terang Rita.
Warga terus mengejar hingga memasuki kawasan Giwangan, Kota Jogja. Namun di tengah perjalanan, pelaku berhasil menghilang sehingga tidak lagi dapat diikuti.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebuah telepon genggam Samsung A13 yang diduga milik pelaku.
Barang tersebut ditemukan di wilayah Dusun Pencil, Kalurahan Mangunan dan kini menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap identitas pelaku.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, anggota menemukan sebuah telepon genggam Samsung A13 yang diduga milik pelaku di wilayah Dusun Pencil, Kalurahan Mangunan. Barang tersebut saat ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan," ungkapnya.
Selain memburu pelaku, polisi juga masih mendalami informasi mengenai dugaan hilangnya dua tabung gas LPG 3 kilogram di lokasi lain di wilayah Dlingo.
Penyidik saat ini terus mengumpulkan rekaman CCTV, memeriksa saksi, serta mencocokkan berbagai keterangan dan barang bukti yang ditemukan di lapangan.
"Seluruh informasi yang berkembang masih kami dalami. Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV, memeriksa para saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Kami berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan atau identitas pelaku segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat," jelas Rita.
Polres Bantul mengapresiasi peran masyarakat yang membantu mengungkap kasus tersebut. Namun, warga tetap diminta mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang berisiko ketika menghadapi pelaku kejahatan.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam membantu mengungkap tindak pidana. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mengambil tindakan yang berisiko membahayakan keselamatan. Percayakan proses penanganannya kepada kepolisian sehingga pelaku dapat ditangkap sesuai prosedur hukum yang berlaku," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































