Jumali Minggu, 26 Juli 2026 05:37 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. /Instagram-pssi.
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia berpeluang mencatatkan tonggak baru pada ASEAN Championship 2026 setelah memasukkan 11 pemain naturalisasi ke dalam skuad turnamen. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah partisipasi Indonesia di ajang yang lebih dikenal sebagai Piala AFF.
Komposisi ini menunjukkan perubahan besar dalam pembangunan tim nasional yang kini berada di bawah arahan John Herdman. Jika seluruh pemain tersedia saat turnamen berlangsung, Indonesia akan melampaui seluruh catatan sebelumnya terkait jumlah pemain naturalisasi dalam satu edisi Piala AFF.
Sebelas pemain naturalisasi yang masuk dalam skuad Indonesia terdiri atas Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Tim Geypens, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Thom Haye, Marc Klok, Ragnar Oratmangoen, dan Jens Raven.
Keberadaan para pemain tersebut membuat hampir setiap lini tim memiliki tambahan opsi dengan pengalaman kompetisi internasional yang lebih luas.
Dari seluruh nama yang masuk daftar, hanya Jordi Amat dan Marc Klok yang pernah merasakan atmosfer Piala AFF bersama Indonesia. Keduanya tampil pada edisi 2022 dan menjadi bagian dari generasi yang membawa Indonesia melangkah jauh di turnamen tersebut.
Sementara itu, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Tim Geypens, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Jens Raven berpotensi menjalani debut di kompetisi Asia Tenggara itu.
Kondisi tersebut membuat Piala AFF 2026 bukan hanya menjadi ajang persaingan antarnegera, tetapi juga momentum adaptasi bagi sejumlah pemain yang selama ini lebih banyak tampil di kompetisi Eropa maupun level internasional lainnya.
Jika menilik sejarah keikutsertaan Indonesia di Piala AFF, jumlah pemain naturalisasi yang dibawa tim nasional terus berubah dari satu edisi ke edisi berikutnya.
Pada Piala AFF 2024, Indonesia hanya diperkuat satu pemain naturalisasi, yakni Rafael Struick.
Pada Piala AFF 2022, Indonesia membawa Jordi Amat, Marc Klok, dan Ilija Spasojevic.
Pada Piala AFF 2020 yang digelar pada 2021, terdapat Ezra Walian dan Victor Igbonefo dalam skuad Garuda.
Kemudian pada Piala AFF 2018, Indonesia diperkuat Stefano Lilipaly dan Alberto "Beto" Goncalves.
Pada Piala AFF 2016, hanya Stefano Lilipaly yang masuk dalam daftar pemain.
Sementara itu, Piala AFF 2014 menjadi salah satu edisi dengan jumlah pemain naturalisasi cukup banyak saat itu, yakni Victor Igbonefo, Raphael Maitimo, Cristian Gonzales, dan Sergio van Dijk.
Indonesia juga membawa Raphael Maitimo, Tonnie Cusell, dan John van Beukering pada Piala AFF 2012.
Adapun pada Piala AFF 2010, Cristian Gonzales menjadi satu-satunya pemain naturalisasi yang memperkuat tim nasional.
Catatan sebelas pemain naturalisasi pada ASEAN Championship 2026 juga melampaui rekor negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sebelumnya, Singapura menjadi negara dengan jumlah pemain naturalisasi terbanyak dalam satu edisi Piala AFF setelah membawa lima pemain pada turnamen 2012.
Dengan jumlah lebih dari dua kali lipat catatan tersebut, Indonesia berpeluang mencatatkan rekor baru di level kawasan.
Meski demikian, komposisi skuad Garuda masih menunggu kepastian terkait Justin Hubner.
Bek yang saat ini membela Fortuna Sittard tersebut dikabarkan belum memperoleh izin dari klubnya untuk mengikuti ASEAN Championship 2026 karena turnamen itu tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA.
Situasi tersebut membuat peluang tampilnya Hubner masih menjadi perhatian menjelang bergulirnya turnamen.
Apabila kondisi itu tidak berubah hingga batas akhir pendaftaran pemain, tim pelatih Indonesia harus menyiapkan opsi lain di sektor pertahanan. Namun apabila seluruh pemain dapat bergabung, ASEAN Championship 2026 akan menjadi edisi dengan jumlah pemain naturalisasi terbanyak sepanjang sejarah Timnas Indonesia di Piala AFF.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































