
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom/am.
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto melontarkan pesan tegas kepada seluruh aparatur negara agar melakukan introspeksi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada rakyat.
Pesan tersebut disampaikan saat meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat. Dalam kesempatan itu, Prabowo secara langsung menyoroti pentingnya kesadaran diri bagi para pejabat negara, mulai dari birokrat, aparat militer, kepolisian, hingga kejaksaan.
“Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi,” tegas Prabowo dikutip Sabtu (11/7/2026).
Aparatur Negara Adalah Milik Rakyat
Dalam arahannya, Presiden mengingatkan bahwa seluruh atribut yang melekat pada aparatur negara sejatinya berasal dari rakyat. Oleh karena itu, mereka wajib mengabdi dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
“Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pesan serupa kepada aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, agar tidak melupakan posisi mereka sebagai pelayan publik.
Jangan Lawan Kehendak Rakyat
Prabowo menekankan bahwa rakyat menginginkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi serta penipuan. Karena itu, ia meminta seluruh aparatur negara tidak mengabaikan aspirasi tersebut.
“Kita benahi diri, perbaiki diri, mawas diri. Jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan,” tegasnya.
Menurutnya, reformasi internal di tubuh birokrasi dan lembaga negara menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Penegakan Hukum Harus Adil
Presiden juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih. Ia menegaskan bahwa hukum harus berlaku sama bagi semua pihak, tanpa memandang status sosial maupun kekuatan ekonomi.
“Kita akan tegakkan hukum, dan hukum itu untuk semua. Bukan hanya untuk orang kuat atau orang kaya saja,” ujarnya.
Meski mengakui adanya tantangan, termasuk dari pihak-pihak yang terlibat praktik korupsi, Prabowo memastikan penegakan hukum tetap berjalan sesuai prosedur.
Hadapi Perlawanan Koruptor
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa upaya pemerintah dalam waktu singkat telah menunjukkan sejumlah capaian, meski dihadapkan pada berbagai hambatan, termasuk perlawanan dari kelompok yang ia sebut sebagai koruptor.
Namun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan dan memastikan praktik korupsi tidak lagi dibiarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































