
Ilustrasi salat - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman memetakan sebaran lokasi dan konsentrasi jemaah Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 M di seluruh wilayah Sleman. Hasil pemetaan menunjukkan Kapanewon Ngemplak menjadi wilayah dengan jumlah titik salat Id terbanyak, sementara Kapanewon Moyudan tercatat sebagai kawasan dengan kepadatan jemaah tertinggi.
Data tersebut menjadi dasar pemantauan mobilitas warga saat Hari Raya Iduladha, sekaligus untuk mengantisipasi penumpukan jemaah di sejumlah titik salat yang diperkirakan dipadati ribuan orang.
Plt. Bimas Islam Kemenag Sleman, Achmad Fauzi, menjelaskan bahwa Kapanewon Ngemplak memiliki sekitar 144 titik pelaksanaan Salat Iduladha, menjadi jumlah terbanyak dibanding wilayah lain di Kabupaten Sleman.
Jumlah itu jauh melampaui beberapa kapanewon lain seperti Tempel dengan 77 lokasi, Depok sebanyak 73 titik, Cangkringan 72 titik, serta Prambanan sekitar 66 lokasi salat Id.
Menurut Fauzi, tingginya jumlah lokasi di Ngemplak menunjukkan pola persebaran jemaah yang cenderung merata hingga ke tingkat padukuhan dan lingkungan warga.
Namun, jika dilihat dari tingkat kepadatan jemaah per lokasi, Kapanewon Moyudan justru menjadi wilayah dengan konsentrasi jemaah paling tinggi di Sleman.
Dengan jumlah sekitar 22–23 titik Salat Iduladha, rata-rata jemaah di Moyudan diperkirakan mencapai lebih dari 1.100 orang di setiap lokasi.
Selain Moyudan, kepadatan jemaah juga diperkirakan terjadi di wilayah Gamping dengan rata-rata hampir 800 jemaah per titik salat. Sementara Kapanewon Sleman dan Mlati diprediksi memiliki rata-rata sekitar 500–600 jemaah di tiap lokasi.
Berbeda dengan wilayah padat tersebut, daerah seperti Cangkringan, Pakem, dan Prambanan memiliki pola persebaran jemaah yang lebih menyebar meskipun jumlah titik salat tergolong banyak. Rata-rata jumlah jemaah di wilayah tersebut sekitar 300 orang per lokasi.
"Konsentrasi jemaah memang tersebar tidak merata di setiap kapanewon," kata Achmad saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).
Ia menambahkan sejumlah titik Salat Iduladha di lapangan terbuka maupun kompleks pendidikan diperkirakan akan menjadi pusat keramaian warga pada pagi hari Iduladha karena mampu menampung ribuan jemaah sekaligus.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 1.039 lokasi Salat Iduladha yang tersebar di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.
Pemetaan tersebut memperlihatkan dua pola pelaksanaan Salat Iduladha di Sleman, yakni wilayah dengan jemaah terkonsentrasi di beberapa titik besar seperti Moyudan dan Gamping, serta wilayah dengan penyebaran titik salat yang lebih banyak seperti Ngemplak, Tempel, dan Cangkringan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, mengimbau panitia dan masyarakat untuk tetap memperhatikan aspek kebersihan dan pelestarian lingkungan selama pelaksanaan Salat Iduladha.
Ia meminta masyarakat membawa sajadah pribadi yang dapat digunakan berulang kali untuk mengurangi potensi sampah sekali pakai di lokasi ibadah.
"Penting untuk membawa sajadah sendiri dan membawanya pulang juga, serta tidak membuang sajadah sekali pakai agar tidak mengotori lingkungan," kata Susmiarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































