Perusahaan Kini Lebih Cari Skill daripada Ijazah, Ini Faktanya

4 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 27 Juli 2026 10:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Peta persaingan dunia kerja di Indonesia terus berubah. Jika sebelumnya ijazah menjadi salah satu faktor utama dalam proses rekrutmen, kini perusahaan semakin fokus mencari kandidat yang memiliki keterampilan praktis dan siap digunakan di tempat kerja.

Perubahan tersebut tergambar dalam laporan Micro Credentials Impact Report 2026 yang dirilis Coursera. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan di Indonesia mulai menerapkan pendekatan perekrutan berbasis keterampilan atau skills-based hiring, terutama untuk posisi level pemula.

Pendekatan ini menempatkan kemampuan nyata calon pekerja sebagai faktor penilaian utama. Dengan kata lain, perusahaan tidak hanya melihat latar belakang pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan apakah pelamar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Data dalam laporan tersebut menunjukkan sebanyak 97 persen perusahaan di Indonesia telah menggunakan metode skills-based hiring untuk merekrut karyawan entry level. Angka ini mencerminkan perubahan besar dalam cara perusahaan mencari talenta baru.

Bagi para pencari kerja, khususnya mahasiswa dan fresh graduate, tren ini menjadi sinyal penting bahwa penguasaan keterampilan tambahan kini memiliki nilai yang semakin tinggi di mata perekrut.

Salah satu bentuk pengakuan terhadap keterampilan tersebut adalah micro-credentials atau sertifikat kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan singkat maupun kursus daring. Sertifikasi semacam ini dinilai mampu menunjukkan kemampuan spesifik yang dibutuhkan dunia kerja secara lebih konkret.

Laporan Coursera menemukan bahwa 96 persen pemberi kerja menilai lulusan atau karyawan entry level yang memiliki micro-credentials menunjukkan performa lebih baik selama tahun pertama bekerja dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan ijazah formal.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan kini lebih menghargai kandidat yang memiliki bukti keterampilan praktis dan dapat segera beradaptasi dengan kebutuhan pekerjaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai sektor industri memang mengalami transformasi yang cepat akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, analisis data, hingga otomatisasi proses bisnis. Perubahan itu membuat kebutuhan kompetensi di dunia kerja berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kurikulum pendidikan formal.

Karena itulah banyak perusahaan mulai mencari kandidat yang tidak hanya memiliki dasar akademik yang kuat, tetapi juga terus memperbarui keterampilannya melalui pelatihan tambahan.

Dari sisi lulusan, manfaat micro-credentials juga terlihat cukup signifikan. Sebanyak 97 persen responden yang memiliki sertifikasi keterampilan mengaku berhasil memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya dalam kurun waktu 12 bulan setelah lulus.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi kompetensi dapat membantu mempercepat transisi dari bangku pendidikan menuju dunia kerja profesional. Selain meningkatkan daya saing, sertifikat keterampilan juga dapat menjadi pembeda ketika pelamar bersaing dengan kandidat lain yang memiliki latar belakang pendidikan serupa.

Meski demikian, laporan ini tidak berarti ijazah kehilangan relevansinya. Pendidikan formal tetap menjadi fondasi penting untuk membangun pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman teoritis yang dibutuhkan dalam berbagai profesi.

Namun, kondisi pasar kerja saat ini menunjukkan bahwa ijazah saja tidak lagi cukup. Perusahaan semakin membutuhkan pekerja yang mampu menunjukkan kemampuan nyata dan siap berkontribusi sejak hari pertama bekerja.

Bagi mahasiswa maupun pencari kerja, kondisi ini menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti setelah lulus kuliah. Mengikuti kursus, pelatihan profesional, sertifikasi digital, hingga program pengembangan keterampilan lainnya dapat menjadi investasi penting untuk meningkatkan peluang karier.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, kombinasi antara pendidikan formal dan keterampilan yang terukur menjadi modal yang dinilai paling efektif untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja modern. Semakin banyak kompetensi yang relevan dengan industri yang dimiliki seseorang, semakin besar pula peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahliannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |