Panduan Mematikan Riwayat Lokasi dan Aktivitas Google

3 hours ago 1

Panduan Mematikan Riwayat Lokasi dan Aktivitas Google

Maps, peta pada ponsel - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Layanan Google telah menjadi bagian penting dari aktivitas digital masyarakat modern. Mulai dari Google Search untuk mencari informasi, Google Maps untuk navigasi, hingga YouTube sebagai platform hiburan, berbagai layanan tersebut digunakan jutaan orang setiap hari.

Agar dapat memberikan pengalaman yang lebih personal, Google mengumpulkan sejumlah data aktivitas pengguna. Data tersebut dapat mencakup riwayat pencarian, lokasi yang pernah dikunjungi, aktivitas penggunaan aplikasi, hingga tontonan yang disaksikan melalui YouTube.

Meski fitur tersebut membantu menghadirkan rekomendasi yang lebih relevan, sebagian pengguna memilih untuk membatasi pengumpulan data demi menjaga privasi mereka.

Untungnya, Google menyediakan sejumlah pengaturan yang memungkinkan pengguna mengontrol informasi apa saja yang disimpan dalam akun mereka.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi pelacakan data melalui akun Google.

Mematikan Riwayat Lokasi

Salah satu fitur yang dapat dinonaktifkan adalah Location History atau Riwayat Lokasi.

Fitur ini memungkinkan Google menyimpan catatan lokasi yang pernah dikunjungi pengguna saat menggunakan perangkat yang terhubung dengan akun Google.

Untuk menonaktifkannya, buka akun Google melalui halaman pengaturan akun, kemudian pilih menu Data & Privacy.

Setelah itu, gulir ke bagian History Settings dan pilih Location History.

Klik opsi Turn Off atau Nonaktifkan untuk menghentikan penyimpanan riwayat lokasi di akun.

Dengan pengaturan tersebut, Google tidak lagi menambahkan lokasi baru ke riwayat yang tersimpan.

Menghentikan Aktivitas Web dan Aplikasi

Google juga memiliki fitur Web & App Activity yang menyimpan aktivitas pencarian, penggunaan aplikasi tertentu, serta interaksi dengan berbagai layanan Google.

Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini dengan masuk ke menu Data & Privacy, lalu memilih Web & App Activity.

Selanjutnya, pilih opsi Turn Off untuk menghentikan penyimpanan aktivitas baru.

Bagi yang masih ingin menggunakan fitur tersebut tetapi tidak ingin menyimpan data terlalu lama, Google menyediakan fitur Auto-Delete atau Hapus Otomatis.

Melalui fitur ini, pengguna dapat mengatur agar data aktivitas dihapus secara berkala, misalnya setiap tiga bulan, 18 bulan, atau periode tertentu lainnya.

Menonaktifkan Riwayat YouTube

Riwayat tontonan dan pencarian di YouTube juga dapat disimpan untuk membantu sistem memberikan rekomendasi video yang sesuai dengan minat pengguna.

Jika ingin membatasi penyimpanan data tersebut, buka menu Data & Privacy, lalu pilih YouTube History.

Setelah itu, klik Turn Off untuk menghentikan pencatatan riwayat tontonan dan pencarian video.

Perlu diketahui, menonaktifkan fitur ini dapat membuat rekomendasi video menjadi kurang personal karena sistem tidak lagi memiliki data aktivitas terbaru untuk dianalisis.

Membatasi Iklan Personal

Selain digunakan untuk berbagai layanan, sebagian data pengguna juga dapat dimanfaatkan untuk menampilkan iklan yang lebih relevan dengan minat masing-masing individu.

Bagi pengguna yang tidak menginginkan iklan berdasarkan aktivitas pribadi, fitur iklan personal dapat dibatasi melalui pengaturan akun.

Caranya, masuk ke menu Data & Privacy, kemudian pilih My Ad Center atau Pusat Iklan Saya.

Pada bagian tersebut, pengguna dapat menonaktifkan opsi Personalized Ads sehingga iklan yang muncul tidak lagi disesuaikan secara intensif berdasarkan aktivitas akun.

Pentingnya Mengelola Pengaturan Privasi

Mengelola pengaturan privasi secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan data pribadi tetap berada dalam kendali pengguna.

Google secara rutin memperbarui fitur dan kebijakan privasi, sehingga pengguna disarankan untuk sesekali meninjau kembali pengaturan akun mereka.

Selain memanfaatkan pengaturan privasi yang tersedia, pengguna juga dapat meningkatkan keamanan akun dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah, menggunakan kata sandi yang kuat, serta memeriksa perangkat yang terhubung ke akun Google.

Dengan memahami cara kerja pengumpulan data dan memanfaatkan fitur pengaturan yang tersedia, pengguna dapat menentukan sendiri tingkat privasi yang diinginkan tanpa harus berhenti menggunakan layanan Google yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |