Nvidia Rilis Chip Vera, Otak Baru di Balik Era Agen AI Mandiri

1 hour ago 3

Jumali

Jumali Selasa, 26 Mei 2026 20:17 WIB

Nvidia Rilis Chip Vera, Otak Baru di Balik Era Agen AI Mandiri

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Dominasi Nvidia dalam industri kecerdasan buatan semakin tak terbendung dengan diperkenalkannya chip Vera, sebuah unit pemrosesan pusat (CPU) yang diklaim sebagai kunci utama penggerak era agentic AI.

Berbeda dengan prosesor tradisional, chip ini didesain khusus untuk mengeksekusi tugas secara mandiri dan mengelola perangkat lunak tanpa perlu intervensi manusia secara terus-menerus. Reuters melaporkan, langkah ini diprediksi akan mengubah lanskap komputasi dunia dengan proyeksi pasar yang mencapai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3.400 triliun.

Kehadiran Vera menjadi pelengkap bagi GPU Nvidia yang selama ini menjadi tulang punggung pelatihan model AI. Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027, perusahaan mencatat pendapatan fantastis sebesar 81,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.300 triliun, melonjak 85 persen dari periode yang sama tahun lalu. Secara khusus, Nvidia memproyeksikan bahwa pendapatan dari chip Vera saja mampu menyentuh angka 20 miliar dollar AS atau Rp340 triliun pada tahun fiskal ini, seiring dengan masifnya adopsi sistem AI skala besar Grace Blackwell.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menjelaskan bahwa Vera merupakan CPU pertama di dunia yang dioptimalkan eksklusif untuk kecepatan pemrosesan token informasi bagi agentic AI. Jika GPU berperan sebagai otak yang "berpikir", maka Vera bertugas sebagai eksekutor yang memproses perintah, mengoperasikan alat digital, hingga mengendalikan perangkat fisik. Inovasi ini menjawab kebutuhan masa depan di mana miliaran agen otonom akan berperilaku layaknya pekerja digital yang mampu memesan tiket, mengatur jadwal, hingga menganalisis data kompleks secara efisien.

Ambisi Nvidia didukung penuh oleh para raksasa teknologi seperti Anthropic, OpenAI, dan Oracle yang telah bermitra untuk mengimplementasikan infrastruktur chip tersebut. Bahkan di tengah ketegangan teknologi global, Jensen Huang mengisyaratkan bahwa pasar Tiongkok tetap menjadi bagian krusial dalam rencana jangka panjang perusahaan. Dengan proyeksi pendapatan kuartal mendatang mencapai 91 miliar dollar AS atau Rp1.480 triliun, Nvidia tidak hanya sekadar menjual perangkat keras, melainkan sebuah visi masa depan di mana infrastruktur komputasi akan menopang seluruh aktivitas digital masyarakat modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |