Menteri Pendidikan India Mundur usai Skandal Bocor Soal NEET

3 hours ago 1

Harianjogja.com, NEW DELHI—Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri setelah gelombang demonstrasi nasional yang dipicu skandal kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi kedokteran atau National Eligibility Entrance Test (NEET) terus meluas. Informasi tersebut dilaporkan Hindustan Times pada Sabtu, setelah tekanan publik dan tuntutan dari berbagai kelompok masyarakat semakin menguat.

Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah aksi protes yang dimotori para pelajar bersama partai-partai oposisi. Demonstrasi berlangsung di berbagai wilayah India sebagai bentuk protes terhadap polemik kebocoran soal ujian yang dinilai berdampak besar terhadap masa depan jutaan peserta.

Gelombang Protes Terus Berlanjut

Pada awal pekan ini, pemimpin sekaligus pendiri kelompok politik satir Cockroach Janta Party (Partai Kecoak), Abhijeet Dipke, menegaskan aksi demonstrasi akan terus digelar hingga Dharmendra Pradhan meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Pendidikan India.

Tekanan terhadap pemerintah pun meningkat seiring meluasnya dukungan terhadap aksi tersebut. Selain para pelajar, gerakan ini juga memperoleh dukungan dari politisi oposisi dan kalangan aktivis.

Bentrokan Warnai Demonstrasi

Aksi protes yang semula berlangsung damai berubah ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Berdasarkan laporan The Times of India, kerusuhan itu menyebabkan sekitar 130 anggota kepolisian dan 65 pengunjuk rasa mengalami luka-luka.

Sementara itu, Hindustan Times melaporkan aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa setelah sejumlah orang diduga merusak pos polisi di pintu masuk lokasi demonstrasi di kawasan Tolstoy Marg, New Delhi.

Pemerintah Bentuk Pengadilan Khusus

Di tengah memburuknya situasi, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pemerintah telah membentuk pengadilan khusus (fast-track courts) untuk mempercepat penyelesaian perkara kebocoran soal ujian tersebut.

Langkah itu diambil agar penyelidikan terhadap kasus yang menjadi perhatian publik tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh sekaligus mempercepat proses penegakan hukum.

Cockroach Party Mendulang Dukungan Besar

Cockroach Party merupakan gerakan politik satir yang baru diluncurkan pada Mei 2026. Dalam waktu singkat, gerakan tersebut berhasil menarik jutaan pengikut di media sosial.

Akun Instagram Cockroach Party kini memiliki lebih dari 20 juta pengikut, melampaui akun resmi partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) yang memiliki sekitar 9 juta pengikut.

Abhijeet Dipke juga diketahui baru kembali dari Amerika Serikat pada awal Juni untuk memimpin langsung demonstrasi di New Delhi yang menuntut reformasi sistem pendidikan di India.

Menurut Hindustani Times, Dipke yang kini berusia 30 tahun sebelumnya menetap di Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Boston, Massachusetts.

Dampak Skandal NEET

Polemik kebocoran soal NEET disebut berdampak terhadap masa depan lebih dari 10 juta siswa di India. Bahkan, sejumlah korban jiwa turut dikaitkan dengan kasus tersebut.

Berdasarkan laporan The Indian Express, skandal itu menyebabkan hasil ujian masuk kedokteran NEET yang diselenggarakan pada Mei 2026 dibatalkan. Keputusan tersebut memicu keresahan luas di tengah masyarakat, sementara dua siswa dilaporkan bunuh diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |