Kemnaker Targetkan 300 Ribu Peserta Pelatihan Vokasi pada 2026

3 hours ago 1

Kemnaker Targetkan 300 Ribu Peserta Pelatihan Vokasi pada 2026

Ilustrasi pendidikan vokasi (Freepik)

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan 300 ribu peserta mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional sepanjang 2026. Program tersebut disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan perubahan pasar kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut tenaga kerja memiliki kemampuan yang relevan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Target Perluas Akses Pelatihan Berbasis Kompetensi

Afriansyah menjelaskan target 300 ribu peserta merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi.

Melalui program tersebut, Kemnaker ingin meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar memiliki keterampilan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Fokus pada Pekerja Terdampak PHK

Selain memperluas akses pelatihan, Kemnaker juga memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.

Pelatihan Disesuaikan dengan Potensi Daerah

Afriansyah menilai penyelenggaraan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan di setiap daerah sehingga kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Sebagai contoh, di Sumatera Barat, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

BPVP Diminta Perkuat Kemitraan dengan Dunia Usaha

Untuk mendukung program tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) didorong terus memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM.

Menurut Afriansyah, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan ke dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Wamenaker.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |