Jumali Selasa, 28 Juli 2026 12:07 WIB

Foto ilustrasi. /Antara Foto-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JOGJA—Peluang melanjutkan pendidikan sekaligus membuka jalan menjadi aparatur sipil negara kembali hadir melalui seleksi sekolah kedinasan 2026. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan sinyal bahwa proses pendaftaran akan segera dibuka sehingga calon peserta dapat mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
Informasi tersebut menjadi kabar yang dinantikan banyak lulusan SMA/sederajat yang ingin menempuh pendidikan kedinasan dan berkarier di lingkungan pemerintahan. Melalui jalur ini, peserta tidak hanya memperoleh pendidikan khusus sesuai kebutuhan instansi, tetapi juga berkesempatan menjalani ikatan dinas setelah menyelesaikan masa studi.
BKN melalui akun Instagram resminya, @bkngoidofficial mengumumkan bahwa seleksi sekolah kedinasan tahun 2026 akan melibatkan sembilan kementerian dan lembaga pemerintah. Meski jadwal pendaftaran serta jumlah formasi belum diumumkan secara resmi, calon peserta sudah dapat mulai menyiapkan dokumen dan memahami tahapan seleksi yang akan dijalani.
“Wujudkan mimpi sobat BKN lewat seleksi sekolah kedinasan tahun ini? Coming soon,” tulis akun Instagram resmi BKN dalam unggahannya.
Sembilan instansi yang akan membuka penerimaan peserta didik sekolah kedinasan tahun ini terdiri atas Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Badan Pusat Statistik, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Keberadaan berbagai instansi tersebut memberikan pilihan yang cukup luas bagi calon peserta sesuai minat dan bidang yang ingin ditekuni. Setiap sekolah kedinasan memiliki fokus pendidikan berbeda, mulai dari keuangan negara, pemerintahan daerah, transportasi, statistik, keamanan siber, intelijen, hingga meteorologi dan klimatologi.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan jumlah kebutuhan peserta didik maupun jadwal pasti pembukaan pendaftaran. Namun, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa persaingan masuk sekolah kedinasan cukup ketat sehingga persiapan sejak dini menjadi faktor penting.
Pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan 2026 mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan. Regulasi tersebut mengatur seluruh proses seleksi mulai dari tahap pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), seleksi lanjutan sesuai ketentuan masing-masing instansi, hingga pengumuman hasil akhir.
Bagi calon peserta, memahami syarat umum yang biasa diterapkan dalam penerimaan sekolah kedinasan menjadi langkah awal yang perlu dilakukan. Secara umum, pendaftar harus berstatus warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, serta memenuhi ketentuan akademik yang ditetapkan masing-masing sekolah.
Selain itu, peserta umumnya diwajibkan belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan. Beberapa sekolah kedinasan juga mensyaratkan peserta belum memiliki anak dan bersedia menjalani ikatan dinas setelah lulus.
Persyaratan lain yang lazim diterapkan adalah tidak sedang terikat ikatan dinas dengan instansi lain serta bersedia ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia sesuai kebutuhan pemerintah. Ketentuan fisik, akademik, dan administrasi juga dapat berbeda antara satu sekolah kedinasan dengan sekolah lainnya.
Karena itu, calon peserta disarankan terus memantau informasi resmi dari BKN dan instansi penyelenggara untuk mengetahui syarat detail, jadwal pendaftaran, jumlah formasi, serta tahapan seleksi yang akan diberlakukan tahun ini.
Dengan semakin dekatnya pembukaan seleksi sekolah kedinasan 2026, persiapan administrasi, kesehatan, dan kemampuan menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar menjadi hal yang perlu dilakukan sejak sekarang. Langkah tersebut dapat membantu peserta lebih siap bersaing memperebutkan kesempatan menempuh pendidikan kedinasan dan membangun karier sebagai aparatur negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































