
Pencatatan saham perdana PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Dok BEI.
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) mengumumkan salah satu anggota direksinya, Grandy Prajayakti, mengundurkan diri dari jabatan sebagai direktur. Perseroan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada 22 Juli 2026 dan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Informasi tersebut disampaikan Finance Director RANS Rumunggu Yokonapita dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu (26/7/2026). Menurutnya, pengunduran diri Grandy Prajayakti dilakukan atas alasan pribadi.
"Pada 22 Juli 2026, Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi," ujar Rumunggu dalam keterbukaan informasi.
RUPS Akan Memutuskan Pengunduran Diri
Rumunggu menjelaskan, RANS akan menindaklanjuti permohonan tersebut sesuai ketentuan regulator. Perseroan akan menyelenggarakan RUPS untuk meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri Grandy Prajayakti.
Proses tersebut mengacu pada POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, POJK Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, serta Anggaran Dasar Perseroan.
Operasional dan Keuangan Dipastikan Tidak Terdampak
Manajemen RANS memastikan pengunduran diri salah satu direksi tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
"Pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," ujarnya.
Perseroan juga menegaskan keputusan atas permohonan pengunduran diri tersebut akan ditetapkan melalui RUPS sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
RANS Baru Melantai di Bursa Efek Indonesia
RANS resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026 dengan harga penawaran Rp170 per saham.
Melalui penerbitan sekitar 2,52 miliar saham baru, perseroan menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil IPO dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.
Penggunaan dana tersebut meliputi pelunasan sebagian utang kepada Bank BNI, pembangunan proyek Cipungland, modal kerja penyelenggaraan konser di berbagai kota, pembentukan perusahaan patungan di bidang kecerdasan buatan (AI), akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina), serta penyertaan modal kepada entitas anak.
Raffi Ahmad Tetap Menjadi Pemegang Saham Pengendali
Meski melepas sekitar 20% saham kepada publik, Raffi Farid Ahmad tetap menjadi pemegang saham pengendali RANS. Berdasarkan prospektus, kepemilikannya terdilusi dari 78,68% menjadi 62,93% setelah IPO.
Pemegang saham terbesar berikutnya adalah PT Indonesia Entertainment Grup, subholding produksi dan distribusi konten milik PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA), dengan kepemilikan 7,23% saham.
Selain itu, Soultan Ariq Rachman dan Dony Oskaria masing-masing memiliki 2,74% saham. Selanjutnya terdapat Sutanto Hartono dengan kepemilikan 1,14%, Nagita Slavina Mariana Tengker 0,99%, Kaesang Pangarep 0,91%, Hikmat Janika 0,68%, serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi, anak usaha PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA), dengan kepemilikan 0,61% saham.
Setelah IPO, porsi kepemilikan masyarakat (free float) mencapai sekitar 20,02% atau setara sekitar 2,52 miliar saham, sementara jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat menjadi sekitar 12,61 miliar saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































