Daftar 4 Ruas Tol yang Bisa Dipakai Pesawat Tempur saat Darurat

2 hours ago 1

Daftar 4 Ruas Tol yang Bisa Dipakai Pesawat Tempur saat Darurat

Jet tempur F-16 TNI AU menguji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematanag Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231. (ANTARA/HO-Hutama Karya)\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan empat ruas jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam kondisi tertentu. Infrastruktur tersebut dirancang memiliki fungsi ganda, yakni tetap melayani lalu lintas harian sekaligus mendukung operasi pertahanan negara saat dibutuhkan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya ditujukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga harus memberikan manfaat strategis bagi kepentingan nasional.

"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," kata Menteri Dody, dikutip dari laman resmi Kementerian PU.

Empat Ruas Tol yang Disiapkan

Empat ruas jalan tol yang dipersiapkan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU meliputi:

1. Jalan Tol Banda Aceh–Sigli
2. Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan)
3. Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka)
4. Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi

Menurut Dody, seluruh ruas tersebut tetap beroperasi sebagai jalan tol pada kondisi normal. Namun, spesifikasi pembangunannya telah dirancang agar dapat mendukung kebutuhan operasi pertahanan ketika situasi darurat terjadi.

Panjang Landasan Disesuaikan Kebutuhan

Kementerian PU juga menyiapkan panjang lintasan yang berbeda pada setiap ruas tol.

Pada Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, lintasan yang semula sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang 1 kilometer.

Sementara itu, pada Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, panjang lintasan akan bertambah dari 2,8 kilometer menjadi sekitar 3,5 kilometer.

Adapun di Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, lintasan yang disiapkan memiliki panjang sekitar 3 hingga 3,5 kilometer.

"Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU," ujar Menteri Dody.

Sudah Diuji dengan Pesawat Tempur

Kesiapan jalan tol sebagai landasan darurat sebelumnya telah dibuktikan melalui uji coba di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada 11 Februari 2026.

Pengujian dilakukan pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang, tepatnya di ruas KM 228 hingga KM 231.

Dalam uji coba tersebut, dua pesawat tempur TNI AU berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16.

Keberhasilan itu menjadi pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di ruas jalan tol di Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun telah memenuhi standar untuk mendukung kebutuhan strategis negara.

Dukung Pertahanan dan Efisiensi Infrastruktur

Kementerian PU menilai konsep fungsi ganda pada jalan tol merupakan bentuk optimalisasi investasi infrastruktur nasional.

Selain menunjang aktivitas ekonomi melalui konektivitas antardaerah, keberadaan jalan tol juga diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan nasional dengan menyediakan fasilitas pendukung bagi operasi militer apabila dibutuhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |