BPBD Bantul Salurkan 312.000 Liter Air Bersih Saat Kemarau Meluas

2 hours ago 1

BPBD Bantul Salurkan 312.000 Liter Air Bersih Saat Kemarau Meluas

BPBD Bantul menyalurkan permintaan dropping air bersih ke kapanewon terdampak kekeringan awal Desember 2023./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Kekeringan yang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah perbukitan Kabupaten Bantul mendorong pemerintah daerah memperluas penyaluran bantuan air bersih. Hingga akhir Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta sejumlah donatur telah mendistribusikan sebanyak 312.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Distribusi air bersih tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan melalui Surat Keputusan Bupati Bantul Nomor 263 Tahun 2026. Status tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan memicu kekurangan air bersih hingga meningkatkan risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan penyaluran bantuan terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Penyaluran air bersih mengacu pada SK Bupati Nomor 263 Tahun 2026 tentang status Siaga Darurat Kekeringan di Kabupaten Bantul. Berdasarkan perkiraan musim kemarau tahun 2026, beberapa wilayah di Kabupaten Bantul terutama di daerah perbukitan dan dataran tinggi berpotensi terjadi kekeringan, kekurangan air bersih hingga kebakaran lahan. SK Bupati berlaku sampai dengan 25 September 2026,” kata Antoni, Selasa (28/7/2026).

Menurut data BPBD Bantul hingga 27 Juli 2026, program dropping air bersih yang dimulai sejak 20 Juni 2026 telah menjangkau sedikitnya 650 kepala keluarga atau sekitar 2.619 jiwa. Bantuan tersebut tersebar di lima kapanewon, delapan kalurahan, dan 12 dusun yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Dalam pelaksanaannya, BPBD mengerahkan berbagai armada distribusi. Sebanyak 16 tangki berasal dari BPBD, 19 tangki dari PMI, 13 tangki dari Tagana, serta 14 tangki bantuan dari para donatur yang turut mendukung penanganan kekeringan di Bantul.

Wilayah dengan distribusi bantuan terbesar berada di Kapanewon Dlingo. Kawasan perbukitan yang kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau itu menerima 110.000 liter air bersih melalui 22 kali pengiriman tangki. Bantuan tersebut dimanfaatkan oleh 276 kepala keluarga atau sekitar 1.158 jiwa.

Sementara itu, Kapanewon Pajangan menjadi wilayah penerima bantuan terbesar berikutnya. Sebanyak 97.000 liter air bersih telah disalurkan menggunakan 19 tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Adapun Kapanewon Piyungan menerima 35.000 liter air bersih yang didistribusikan melalui tujuh tangki. Bantuan tersebut menjangkau 20 kepala keluarga atau 79 jiwa.

Jumlah distribusi yang sama juga dilakukan di Kapanewon Imogiri. Sebanyak 35.000 liter air bersih dikirim menggunakan tujuh tangki dan dimanfaatkan oleh 354 kepala keluarga atau sekitar 1.062 jiwa.

Selain itu, Kapanewon Pundong turut memperoleh pasokan 35.000 liter air bersih melalui tujuh tangki yang disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.

Antoni menegaskan penyaluran bantuan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung dan masih terdapat permintaan dari masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami juga koordinasi dengan PMI, Tagana, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta para donatur juga terus diperkuat agar distribusi dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

BPBD Bantul mencatat penerima manfaat bantuan air bersih saat ini tersebar di delapan kalurahan, yakni Guwosari, Jatimulyo, Karangtengah, Seloharjo, Srimulyo, Trimurti, Terong, dan Triwidadi.

Pemerintah daerah memastikan seluruh distribusi dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari wilayah yang terdampak kekeringan. Evaluasi juga terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan air bersih di lapangan, mengingat puncak musim kemarau masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Dengan status Siaga Darurat Kekeringan yang berlaku hingga 25 September 2026, BPBD Bantul bersama berbagai pihak terkait akan terus bersiaga untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pasokan air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |