
Peserta Workshop MR.D.I.Y. Art Competition 2026.ist
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kreativitas dengan hadirnya rangkaian MR.D.I.Y. Art Competition 2026. Kompetisi seni berskala nasional hingga regional ini diawali dengan workshop offline yang digelar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja.
Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi para seniman muda, mahasiswa, hingga pegiat seni untuk memperdalam wawasan sekaligus menggali ide kreatif sebelum terjun ke kompetisi. MR.D.I.Y. Indonesia menggandeng IndoArtNow untuk menghadirkan sesi mentoring yang interaktif dan inspiratif.
Mengusung tema “Strength dan Resilience”, kompetisi ini mengajak peserta mengekspresikan kekuatan serta ketahanan melalui karya seni yang terinspirasi dari keberagaman budaya lokal. Pendaftaran dibuka sejak 1 April hingga 30 Juni 2026, dengan total hadiah mencapai Rp370 juta.
Head of Marketing MR.D.I.Y. Indonesia, Ria Sutrisno, menegaskan bahwa ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan potensi kreatif anak bangsa.
“Melalui MR.D.I.Y. Art Competition, kami ingin membuka ruang bagi seniman Indonesia untuk berekspresi sekaligus mendapatkan peluang tampil di tingkat internasional,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi tingkat regional yang akan mempertemukan karya terbaik dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Hal ini menjadi peluang besar bagi peserta untuk memperluas eksposur di kancah global.
Workshop di Jogja menghadirkan seniman interdisipliner Giri Nugraha yang membagikan proses kreatif melalui praktik kolase sebagai media eksplorasi ide dan emosi. Peserta juga mendapatkan insight langsung dari M. Aidi Yupri, peraih Grand Prize MR.D.I.Y. Art Competition 2025 tingkat nasional sekaligus peraih penghargaan regional.
Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya belajar teknik, tetapi juga strategi membangun karya yang kompetitif serta perjalanan karier di dunia seni.
“Seni bukan hanya soal hasil akhir, tetapi keberanian untuk terus bereksperimen dan jujur pada proses,” ungkap Aidi.
Selain menghadirkan ruang edukasi, MR.D.I.Y. juga mendukung kebutuhan berkarya melalui berbagai perlengkapan seni yang mudah diakses, mulai dari alat gambar, cat air, cat akrilik, hingga kanvas dengan berbagai ukuran.
Dengan ekosistem seni yang kuat, Jogja dinilai menjadi lokasi strategis untuk menjaring talenta-talenta kreatif. Kehadiran workshop ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak seniman muda untuk berani menunjukkan karya dan mengembangkan identitas artistik mereka.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 menjadi peluang terbuka bagi siapa saja—baik pelajar, mahasiswa, maupun profesional—untuk mengasah kreativitas sekaligus meraih panggung yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































