AHY Sebut TOD Kunci Kota Produktif dan Kualitas Hidup Warga

3 hours ago 1

AHY Sebut TOD Kunci Kota Produktif dan Kualitas Hidup Warga

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menkoinfra) RI Agus Harimurti Yudhoyono./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan konsep Transit Oriented Development (TOD) tidak hanya berfokus pada pembangunan transportasi publik yang terintegrasi. Menurutnya, pengembangan kawasan berbasis TOD diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih produktif, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

AHY mengatakan pembangunan kawasan perkotaan harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat dalam satu ekosistem, mulai dari tempat tinggal, lokasi bekerja, pusat pendidikan, layanan kesehatan, kawasan bisnis, hingga fasilitas publik yang didukung sistem transportasi massal yang saling terintegrasi.

"Jika sebuah kawasan bisa mengintegrasikan antara kawasan atau lokasi tempat tinggal masyarakat, kemudian lokasi tempat bekerja, pendidikannya, bisnisnya, belanjanya, kesehatan, dan semua fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk berkegiatan atau berkehidupan sehari-hari, maka idealnya kehidupan kita semakin berkualitas, produktif, asri lingkungannya, sehat keluarganya, dan bisa memberikan waktu yang lebih banyak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita secara keseluruhan," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

TOD Dinilai Menjawab Tantangan Perkotaan

Menurut AHY, meningkatnya laju urbanisasi membuat pemerintah perlu menyiapkan kawasan perkotaan yang mampu mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu wilayah yang saling terhubung.

Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan, meningkatkan produktivitas, sekaligus memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.

Ia menilai pengembangan Transit Oriented Development menjadi salah satu solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan, seperti kemacetan, meningkatnya emisi karbon, keterbatasan ruang, hingga menurunnya kualitas lingkungan.

Karena itu, pembangunan kawasan tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur transportasi. Menurutnya, pengembangan kota juga harus mengintegrasikan tata ruang, tata guna lahan, mobilitas aktif, aktivitas ekonomi, pelestarian lingkungan, serta aspek sosial masyarakat.

Pembangunan Kota Harus Berpusat pada Manusia

AHY menegaskan pembangunan perkotaan pada masa mendatang harus mengedepankan pendekatan people-centered development atau pembangunan yang berorientasi pada manusia.

Melalui pendekatan tersebut, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas hidup, efisiensi mobilitas, maupun pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Pada dasarnya, TOD merupakan upaya mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat ke dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling mendukung. Masyarakat dapat tinggal, bekerja, berbelanja, mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai fasilitas publik dalam kawasan yang terintegrasi. Seluruh aktivitas tersebut didukung oleh sistem transportasi publik yang nyaman, aman, dan saling terkoneksi," kata AHY.

Keberhasilan TOD Bergantung pada Kolaborasi

AHY menekankan keberhasilan pengembangan kawasan berbasis TOD tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), sektor swasta, akademisi, komunitas, hingga masyarakat perlu bersinergi agar pembangunan kawasan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas.

Ia menilai kerja sama seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang terintegrasi, efisien, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |