2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI

4 hours ago 2

2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI

Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi. /Istimewa.

Harianjogja.com, MAGELANG—Ribuan warga memadati Alun-alun Kota Magelang sejak Sabtu (25/7/2026) pagi untuk mengikuti program tebus sembako murah yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang. Sebanyak 2.000 paket sembako dengan nilai lebih dari Rp100.000 per paket dapat ditebus masyarakat hanya dengan membayar Rp50.000.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Program tersebut menjadi salah satu bentuk bantuan yang dinilai mampu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan tingginya kebutuhan pokok. Kegiatan ini juga merupakan agenda kedua dalam rangkaian bakti sosial PSMTI yang berlangsung selama Juni hingga Agustus 2026.

Ketua PSMTI Kota Magelang, Slamet Santoso, mengatakan seluruh paket sembako berasal dari gotong royong anggota organisasi bersama para pelaku usaha yang tergabung dalam PSMTI.

"Kondisi ekonomi saat ini memang tidak mudah, bukan hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Karena itu kami bersama-sama bergotong royong membantu semampu kami," ujarnya.

Bagi sebagian warga, bantuan tersebut memberikan manfaat nyata dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Salah satunya dirasakan Ismarwiyani, 63, warga Jurangombo Selatan, yang mengaku bersyukur memperoleh paket sembako berisi beras, minyak goreng, mi instan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Ia mengaku kondisi ekonomi keluarganya cukup berat karena sang suami telah lama menderita stroke sehingga membutuhkan biaya perawatan. Menurutnya, program tebus murah seperti yang digelar PSMTI sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya senang sekali bisa mendapatkan sembako ini. Isinya lengkap dan sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi suami saya sedang sakit stroke, jadi bantuan seperti ini sangat membantu keluarga kami," tuturnya.

Slamet menjelaskan kegiatan sosial PSMTI tidak hanya berhenti pada program tebus sembako murah. Sejak 2022, organisasi tersebut secara rutin membagikan makanan gratis kepada lansia dan masyarakat kurang mampu setiap hari Selasa.

Selain itu, pada Agustus 2026 mendatang PSMTI juga berencana memperluas kegiatan sosial melalui program makan siang gratis bagi keluarga yang sedang mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami ingin terus hadir melalui kegiatan sosial. Harapannya bisa mendukung program pemerintah dalam membantu masyarakat dan ikut mengentaskan kemiskinan di Kota Magelang," katanya.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengapresiasi konsistensi PSMTI dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, penanganan kemiskinan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri sehingga membutuhkan dukungan organisasi masyarakat maupun dunia usaha.

"Mereka sudah berkali-kali membantu masyarakat, mulai dari bedah rumah, pasar murah, makan gratis hingga kegiatan tebus murah seperti hari ini. Ini sangat membantu," ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak warga yang menerima manfaat dari program-program sosial.

"Pemerintah tugasnya menggerakkan, memandu, dan mengatur. Tetapi pengentasan kemiskinan membutuhkan gotong royong semua pihak. Kolaborasi seperti ini yang kami harapkan terus terjalin," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |