
FestivalnYa Pedangdut (FYP) Fest di De Tjolomadoe, Karanganyar, Solo Raya, Minggu (26/7/2026). (Dok. Istimewa)
SOLO—FestivalnYa Pedangdut (FYP) Fest yang digelar Hectic Creative di De Tjolomadoe, Karanganyar, Solo Raya, pada Minggu (26/7/2026), berhasil menarik 15.000 penonton. Capaian tersebut sesuai target penyelenggara dan menjadi modal untuk menjadikan festival musik dangdut itu sebagai agenda tahunan.
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora.
Project Officer Hectic Creative, Dyan Putri Amelia, mengatakan FYP Fest merupakan intellectual property (IP) pertama Hectic Creative di ranah musik dangdut. Sebelumnya, Hectic Creative telah beberapa kali menggarap konser dangdut sebagai event organizer (EO) untuk pihak lain.
"Jadi sebenarnya kalau ngomongin FYP-nya, itu memang IP pertamanya Hectic Creative dalam ranah musik dangdut," ujarnya saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

Ia menyampaikan De Tjolomadoe dipilih sebagai lokasi konser karena memiliki area yang luas sehingga mampu menampung banyak penonton. Selain itu, De Tjolomadoe juga telah menjadi salah satu lokasi yang kerap menggelar konser dangdut sehingga memiliki basis penonton yang sudah terbentuk.
"Secara pasar tuh di sana sudah terbentuk, kebiasaan nonton konser dangdutnya juga di sana udah sering, gitu. Makanya kami mempertimbangkan De Tjolomadoe ini sebagai salah satu venue," paparnya.
Lebih lanjut, Amelia mengatakan proses kurasi line up FYP Fest berlangsung relatif cepat, bahkan tidak sampai satu pekan. NDX AKA dan Denny Caknan dipilih sebagai penampil utama karena memiliki basis penggemar yang loyal serta mampu menjadi magnet penonton.
Sementara itu, Guyon Waton dipilih berkat pengalaman dan kualitas penampilan panggungnya. Lavora mewakili musisi pendatang baru yang musiknya telah dikenal luas, sedangkan Trio Macan dihadirkan untuk membangkitkan nostalgia melalui lagu-lagu yang akrab di telinga masyarakat.
"Terbukti kemarin Trio Macan gayeng banget. Kayak [lagu] Iwak Peyek, dan lainnya yang biasa kita dengar. Live-nya kemarin super duper menyenangkan," jelasnya.
Menurut Amelia, segmen yang disasar FYP Fest adalah masyarakat berusia 25 hingga 35 tahun, yakni kalangan pekerja yang membutuhkan hiburan, salah satunya dengan menonton konser dangdut untuk kembali menyegarkan pikiran.
Ia menyebut penjualan tiket yang mencapai 15.000 lembar telah sesuai target. Promotor juga membuka penjualan tiket on the spot (OTS) karena banyak penonton yang memutuskan hadir secara mendadak dan membeli tiket pada hari pelaksanaan.
"Alhamdulillah sesuai target sih, kemarin udah tembus 15.000 penonton. Secara habit tuh mereka lebih banyak OTS," lanjutnya.
Amelia mengatakan FYP Fest akan menjadi IP tahunan Hectic Creative. Namun, untuk lokasi penyelenggaraan tahun depan masih belum diputuskan, apakah tetap di De Tjolomadoe atau berpindah ke kota lain.
"Cuman yang jelas akan selalu ada setiap tahun. Alhamdulillah tahun ini sesuai dengan ekspektasi kami," ungkapnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































