Workshop Literasi Keuangan di Wukirsari Dorong Anak Muda Jadi Duta Keuangan Sehat

4 hours ago 2

Workshop Literasi Keuangan di Wukirsari Dorong Anak Muda Jadi Duta Keuangan Sehat

Workshop Keuangan OJK di Desa Wisata, Dorong Anak Muda Jadi Penggerak./ Ist

BANTUL—Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata dan masyarakat, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program OJK Peduli dengan dukungan Astra Financial tersebut tidak hanya mengajak peserta mempelajari literasi keuangan, tetapi juga mengenalkan secara langsung kondisi masyarakat di desa wisata.

Sekretaris Pengelola Desa Wisata Wukirsari, Ahmad Bahtiar, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong anak muda menjadi duta literasi keuangan yang mampu menyampaikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat kepada masyarakat.

"Untuk kegiatan ini memang kegiatan dari OJK Peduli yang di-power by Astra Financial penuh. Jadi Astra Financial ini mendorong anak-anak muda untuk bisa menjadi duta literasi tentang keuangan yang sehat," kata Ahmad, Minggu (13/9/2026).

Wukirsari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki posisi penting dalam pengembangan desa wisata. Wukirsari menjadi salah satu desa yang mendapat pengakuan sebagai The Best Tourism Village. Selain itu, Wukirsari juga merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra.

Menurut Ahmad, status tersebut membuat Wukirsari direkomendasikan menjadi salah satu desa percontohan dalam kegiatan yang dijalankan Astra Financial bersama OJK.

Meski telah mendapat pengakuan internasional, menurut dia, masih terdapat pekerjaan rumah di tingkat masyarakat, termasuk terkait pemahaman literasi keuangan.

Ahmad mencontohkan persoalan bantuan sosial yang sempat dilaporkan masyarakat kepada pemerintah desa. Ada warga yang mengeluhkan bantuan sosialnya tidak lagi diterima. Setelah ditelusuri, persoalan tersebut bisa berkaitan dengan anggota keluarga lain dalam satu keluarga yang terindikasi bermain judi online.

"Masih ada masyarakat yang belum paham tentang literasi keuangan yang baik," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi keuangan yang tidak berhenti pada kegiatan workshop. Program OJK Peduli bersama Astra Financial dirancang agar anak-anak muda yang terlibat dapat melanjutkan edukasi dengan turun langsung ke masyarakat.

Ahmad mengatakan peserta kegiatan juga tidak hanya mengikuti materi di dalam ruangan. Mereka menggali kondisi literasi keuangan masyarakat melalui interaksi dengan para pemandu wisata.

Pembahasan mencakup penggunaan layanan keuangan digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kemampuan masyarakat beradaptasi dengan sistem pembayaran digital.

"Jadi gak cuma belajar, berarti kemudian tadi jalan-jalan. Mereka juga banyak tanya gimana kondisi soal literasi keuangan di sekitar sini," katanya.

Peserta kemudian diajak melihat aktivitas di Lumbung Mataraman. Lokasi tersebut menjadi bagian lain dari pembelajaran karena peserta dapat melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat berjalan melalui kegiatan pertanian terpadu atau integrated farming.

Di Lumbung Mataraman, saat ini terdapat sekitar 30 orang dari kelompok desil 1-5 yang telah dilibatkan. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi sekitar 80 orang. Masyarakat yang masuk kelompok tersebut diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan sebagai petani milenial sekaligus belajar mengelola keuangan secara berkelompok.

Ahmad menilai pendekatan seperti ini penting karena literasi keuangan tidak cukup diberikan dalam bentuk teori. Masyarakat perlu mendapat pengalaman langsung mengenai cara mengelola pendapatan, menjalankan kegiatan ekonomi, dan membuat keputusan keuangan secara lebih sehat.

Kegiatan di Wukirsari juga menjadi ruang bagi mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Cerdas Keuangan (GCK). Komunitas yang berasal dari sejumlah kampus, termasuk UGM dan UNY, tersebut merupakan binaan OJK dan dilibatkan sebagai volunteer dalam program OJK Peduli.

"Mereka juga belajar budaya tentunya, kemudian belajar di desa percontohan karena memang satu-satunya desa sejahtera Astra yang sudah direkognisi oleh UN Tourism atau United Nations Tourism Organization menjadi Best Tourism Village," tutur Ahmad.

Dengan pola pendampingan berkelanjutan, workshop di Wukirsari diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Anak-anak muda yang menjadi volunteer akan kembali turun ke lapangan untuk membawa edukasi literasi keuangan ke sejumlah desa lain, termasuk desa-desa yang masuk dalam jaringan Desa Sejahtera Astra. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |