PSIM Jogja Kalah dari Persebaya, Kartu Merah Jadi Titik Balik Laga

3 hours ago 2

PSIM Jogja Kalah dari Persebaya, Kartu Merah Jadi Titik Balik Laga

Persebaya Surabaya vs PSIM Jogja. /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 pada lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam. Kartu merah Adrian Purzycki pada awal babak kedua membuat Laskar Mataram bermain dengan 10 pemain dan lebih banyak bertahan hingga akhirnya kebobolan pada 10 menit terakhir waktu normal.

Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menjelaskan keputusan melakukan pergantian pemain dalam jumlah banyak baru dilakukan pada menit-menit akhir pertandingan. Menurutnya, kondisi lini pertahanan PSIM masih mampu meredam tekanan Persebaya meski harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

"Menurut saya, dinamika pertandingan berubah setelah kita mendapat kartu merah sekitar menit 50. Jelas kita harus bertahan lebih dalam karena kalah jumlah pemain," kata Van Gastel dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Sebelum kartu merah tersebut, PSIM sebenarnya mampu tampil cukup dominan pada babak pertama. Sebaliknya, Persebaya lebih banyak mengandalkan permainan pragmatis untuk meredam tekanan yang diberikan tim tamu.

PSIM bahkan hampir membuka keunggulan menjelang turun minum. Tandukan bek PSIM Franco Ramos membentur mistar gawang Persebaya yang dikawal Ernando Ari.

Situasi pertandingan berubah pada awal babak kedua. Baru sekitar empat menit babak kedua berjalan, PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Adrian Purzycki mendapat kartu merah karena menjatuhkan Toni Firmansyah yang berada dalam posisi berhadapan langsung dengan kiper PSIM Cahya Supriadi.

Keunggulan jumlah pemain membuat Persebaya perlahan mengambil alih kendali permainan. PSIM dipaksa bertahan lebih dalam sembari mengantisipasi serangan yang terus dibangun tuan rumah.

Van Gastel menilai para pemainnya mampu menjalankan tugas bertahan dengan baik meski hanya diperkuat 10 pemain. Namun, satu peluang Persebaya akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan.

"Banyak umpan silang yang masuk, tapi anak-anak bertahan dengan sangat baik. Sayangnya, ada satu peluang yang berhasil dimanfaatkan Persebaya menjadi gol," ujarnya.

Gol yang menentukan kemenangan Persebaya baru tercipta pada 10 menit terakhir waktu normal. Pemain pengganti Persebaya, Alex Martins, mencetak gol melalui sundulan yang gagal dihalau Cahya sehingga PSIM harus mengejar ketertinggalan.

Setelah kebobolan, Van Gastel melakukan perubahan besar pada menit ke-85 dengan memasukkan empat pemain sekaligus. PSIM tidak lagi memiliki banyak pilihan selain bermain lebih berani untuk mencari gol penyeimbang.

"Saya rasa kita bertahan dengan sangat baik, jadi tidak ada kebutuhan mendesak untuk rotasi. Hanya Savio yang mengalami kram sehingga harus ditarik keluar," tutur Van Gastel.

Menurut Van Gastel, pemain lain yang masih berada di lapangan dalam kondisi fit dan mampu menjalankan instruksi bertahan. Kondisi tersebut membuat pergantian pemain dalam jumlah besar belum dianggap perlu sebelum PSIM kebobolan.

"Begitu kita kebobolan, barulah kita harus mengambil risiko untuk mencetak gol, itu alasan kita memasukkan tenaga baru," katanya.

PSIM kemudian meningkatkan intensitas serangan pada penghujung laga. Bahkan Cahya Supriadi ikut maju meninggalkan sarangnya ketika PSIM memperoleh sepak pojok pada akhir pertandingan untuk membantu upaya mencetak gol.

Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan gol. Skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Van Gastel mengatakan PSIM sempat berusaha mencari gol penyama kedudukan setelah tertinggal. Namun, upaya Laskar Mataram tidak membuahkan hasil.

“Kita sempat mencoba menyamakan kedudukan, tapi sayangnya tidak berhasil," ucapnya.

Kiper PSIM Cahya Supriadi mengakui pertandingan menghadapi Persebaya berlangsung berat. Meski gagal membawa pulang poin dari Surabaya, dia menilai PSIM tetap mampu memberikan perlawanan kepada tuan rumah.

"Mungkin pertandingan ini cukup berat juga untuk kita, tapi saya ucapkan selamat untuk Persebaya bermain bagus, dan mungkin kita juga bisa memberikan perlawanan," kata Cahya.

Kekalahan tersebut membuat PSIM belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini menempati peringkat ke-12 klasemen dengan koleksi satu poin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |