Newswire Minggu, 13 September 2026 22:47 WIB

Sejumlah kambing Kaligesing. /Dok-Harian Jogja.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kambing ras Kaligesing unggulan dari berbagai daerah di Indonesia unjuk kualitas dalam Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X Tahun 2026 di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (13/9/2026).
Kontes yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Mereka berasal dari DIY dan sejumlah daerah lain, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga wilayah di luar Pulau Jawa.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan kontes tersebut tidak hanya bertujuan menentukan kambing terbaik. Ajang ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, serta profesionalitas peternak.
"Kontes ini tidak sekadar menjadi ajang mencari ternak terbaik, melainkan pendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, dan profesionalitas peternak," kata Aris di Kulon Progo, Minggu.
Menurut dia, kambing yang keluar sebagai juara tidak berhenti sebagai penerima piala maupun penghargaan. Ternak tersebut diharapkan dapat menjadi sumber bibit sekaligus sumber inspirasi bagi peternak lainnya.
Aris menilai peternak memiliki posisi penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan kualitas ternak. Karena itu, pembangunan sektor peternakan ke depan perlu menempatkan peternak sebagai subjek pembangunan dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Karena itu, pembangunan peternakan ke depan perlu menempatkan peternak sebagai subjek pembangunan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor," katanya.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan kontes tingkat nasional tersebut juga menjadi ruang pertemuan peternak dari berbagai daerah. Pertemuan itu dinilai membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dan gagasan mengenai cara menghasilkan ternak berkualitas.
"Dengan bertemunya para peserta lomba ini, menjadi salah satu ruang untuk saling bertukar pikiran, gagasan, dan ide bagaimana cara mencetak kambing-kambing yang bagus dan baik," katanya.
Ambar juga menyoroti potensi ekonomi dari ternak unggul. Menurut dia, nilai ekonomi ternak unggul dalam kesempatan tersebut dapat mencapai ratusan juta rupiah, sehingga sektor peternakan memiliki peluang yang menjanjikan.
Selain nilai ternak, kegiatan yang mendatangkan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah tersebut juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat dan pelaku UMKM.
"Selain itu, kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat lokal dan pelaku UMKM," katanya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Peternak Kambing DIY periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi di antara para peternak.
Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Hary Suhada menegaskan kontes tersebut memiliki arti strategis dalam pelestarian sumber daya genetik ternak lokal.
Kambing Kaligesing sendiri telah ditetapkan rumpunnya melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2591 Tahun 2010. Menurut Hary, pengembangan kambing ras Kaligesing perlu dilakukan dengan pendekatan berbasis data.
Hal tersebut mencakup pencatatan silsilah, seleksi performa, pemanfaatan pejantan unggul hingga penerapan teknologi reproduksi.
"Populasinya meningkat, mutu genetiknya meningkat, produktivitasnya juga meningkat, dan kesejahteraan peternak juga harus meningkat. Inilah tujuan akhir dari pembangunan peternakan," tutur Hary.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad yang hadir mewakili Gubernur DIY sekaligus membuka kontes secara simbolis mengatakan kontes ternak dapat menjadi cermin kualitas ekosistem peternakan.
Menurut Noviar, keberhasilan kontes tidak semata-mata ditentukan dari siapa yang membawa pulang piala. Hal yang tidak kalah penting adalah dampak dan perkembangan yang muncul setelah kontes tersebut berlangsung.
"Keberhasilan sebuah kontes bukan hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga dari apa yang terjadi setelahnya," kata Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































