Wisata Jogja Tetap Diminati, Gen Z dan Milenial Ubah Pola Liburan

5 hours ago 2

Wisata Jogja Tetap Diminati, Gen Z dan Milenial Ubah Pola Liburan

Foto ilustrasi. Wisata Jogja tetap diminati Gen Z dan milenial. DIY mencatat jutaan kunjungan dengan tren wisata hemat dan pengalaman autentik. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Tren wisata domestik mengalami pergeseran seiring meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam mengatur pengeluaran. Meski kondisi ekonomi global mendorong wisatawan lebih selektif saat berlibur, minat berkunjung ke Yogyakarta tetap tinggi karena dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata lengkap dengan biaya yang relatif terjangkau.

Perubahan perilaku wisatawan tersebut menempatkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai salah satu destinasi wisata yang paling tangguh di Indonesia. Kekuatan budaya, ragam kuliner khas, destinasi sejarah, hingga interaksi hangat dengan masyarakat lokal menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di banyak daerah lain. Seluruh pengalaman tersebut masih dapat dinikmati dengan biaya perjalanan yang kompetitif dibandingkan sejumlah destinasi wisata utama lainnya.

Data internal RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia Tenggara, menunjukkan Yogyakarta terus menjadi salah satu pasar paling penting bagi perusahaan tersebut. Tingginya minat wisatawan datang seiring perubahan preferensi pelancong yang kini tidak hanya mencari tempat berlibur, tetapi juga pengalaman autentik yang memberikan kedekatan emosional dengan kehidupan masyarakat setempat.

"Jogja masih memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya yang relatif terjangkau. Mulai dari budaya, wisata sejarah, hingga kuliner lokal, semuanya membuat wisatawan domestik terus kembali berkunjung ke Jogja," ujar Ovaldo Sanjaya, General Manager Area East & Bali RedDoorz, Rabu (10/6/2026).

Kunjungan Wisata DIY Terus Bertumbuh

Kinerja sektor pariwisata DIY turut diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Sepanjang 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke DIY mencapai 40,6 juta perjalanan. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 102.817 orang.

Tren positif tersebut berlanjut pada awal 2026. Hingga Kuartal I-2026, jumlah pergerakan wisatawan nusantara telah mencapai 10,4 juta perjalanan. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada pada angka 10,2 juta perjalanan atau tumbuh secara tahunan (year-on-year/YoY).

Lonjakan mobilitas wisatawan berdampak langsung terhadap sektor akomodasi. RedDoorz mencatat DIY sebagai salah satu kota tier-1 dengan jumlah pemesanan lebih dari 445.000 reservasi sepanjang 2025. Kinerja tersebut berlanjut saat periode libur Lebaran 2026, ketika tingkat okupansi hotel di bawah jaringannya di Jogja mencapai 55%, atau meningkat hingga 91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbedaan Gaya Berwisata Gen Z dan Milenial

Meningkatnya digitalisasi turut mengubah cara wisatawan menentukan destinasi maupun memilih akomodasi. Media sosial dan ulasan digital kini menjadi faktor utama dalam proses pengambilan keputusan, terutama bagi wisatawan dari kalangan Gen Z dan milenial.

Kelompok Gen Z dikenal lebih mengandalkan riset visual sebelum memesan penginapan atau menentukan tujuan wisata. Mereka cenderung membandingkan ulasan pengguna, kemudahan akses menuju pusat kota, transparansi harga, hingga tampilan visual properti yang banyak muncul di TikTok maupun Instagram.

Berbeda dengan Gen Z, wisatawan milenial lebih menitikberatkan pada aspek kenyamanan dan fungsi. Fasilitas yang memadai, lokasi strategis, serta pengalaman menginap yang praktis menjadi pertimbangan utama, khususnya bagi mereka yang bepergian bersama keluarga atau dalam kelompok besar.

"Untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin beragam, kami terus memperkuat strategi multi-brand di Yogyakarta melalui jaringan yang menyasar segmen wisatawan berbeda, mulai dari wisatawan yang sensitif terhadap harga, hingga wisatawan yang mencari pengalaman menginap lebih modern dan estetik," tambah Ovaldo.

Properti Lokal Ikut Terdongkrak

Strategi segmentasi pasar tersebut memberikan hasil positif. Sepanjang 2025, tingkat hunian tertinggi dan mencatat okupansi 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata hotel konvensional di Kota Jogja. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya minat wisatawan terhadap akomodasi yang terjangkau, tetapi tetap menawarkan konsep gaya hidup modern dan desain yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Transformasi digital yang dilakukan perusahaan juga memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha perhotelan lokal yang menjalin kemitraan.

Pemilik Sans Hotel Nagari Malioboro, Puspita Melati, mengungkapkan tingkat hunian propertinya mengalami peningkatan signifikan setelah bekerja sama dengan RedDoorz. Sebelum kemitraan tersebut berjalan, okupansi hotel berada di kisaran 40%. Kini tingkat hunian mencapai sekitar 75% berkat dukungan operasional dan strategi pemasaran yang diterapkan.

"Meningkat sekitar 75 persen. Kolaborasi dengan RedDoorz telah membantu kami memperluas jangkauan pasar, sekaligus tetap konsisten menyajikan pengalaman menginap yang nyaman bagi para tamu," ujarnya.

Melihat potensi pasar wisata Jogja yang masih besar, perusahaan teknologi akomodasi tersebut berencana memperluas ekspansi di Yogyakarta. Strategi yang disiapkan mencakup penambahan hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan (company-operated) serta penguatan portofolio berbagai merek akomodasi. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 96 properti baru yang tersebar di sejumlah lokasi strategis di Yogyakarta.

"Melalui strategi multi-brand, kami ingin memastikan dapat terus menjawab perubahan kebutuhan wisatawan saat ini sekaligus membantu pemilik properti meningkatkan performa bisnis mereka secara lebih berkelanjutan," tutup Ovaldo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |