
Ilustrasi pemberantasan hama.dok/Harianjogja
Harianjogja.com, SLEMAN — Ancaman serangan wereng batang coklat (WBC) di wilayah Sleman kian meningkat. Merespons kondisi tersebut, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.6/1717 sebagai langkah antisipasi dini guna melindungi produksi padi dari risiko gagal panen.
Kebijakan ini diambil setelah adanya laporan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY yang mencatat tren kenaikan populasi hama WBC di sejumlah wilayah. Jika tidak dikendalikan, lonjakan populasi ini berpotensi memicu serangan meluas dan merugikan petani.
Kepala DP3 Sleman, Liem Astuti, menegaskan seluruh elemen, mulai dari petugas lapangan, pemerintah kalurahan, hingga petani, harus meningkatkan kewaspadaan. Sistem deteksi dini dinilai menjadi kunci untuk menekan penyebaran hama sejak awal.
“Kami mendorong penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) secara konsisten. Deteksi dini sangat penting agar serangan bisa dicegah sebelum meluas,” ujar Liem, Sabtu (11/7/2026).
Dalam edaran tersebut, petani diminta menerapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penggunaan benih sehat, menjaga keseimbangan ekosistem dengan melindungi musuh alami hama, serta penggunaan pestisida secara bijak dan terukur.
Selain itu, pola tanam serempak juga menjadi perhatian utama. Metode ini dinilai efektif memutus siklus hidup wereng sekaligus mengurangi potensi ledakan populasi. Petani juga diingatkan untuk tidak menggunakan pupuk nitrogen secara berlebihan karena dapat meningkatkan kerentanan tanaman terhadap serangan hama.
Sebagai langkah cepat di lapangan, DP3 Sleman telah mengerahkan sarana pengendalian ke wilayah yang terindikasi endemis. Tindakan eradikasi juga dilakukan pada titik serangan berat atau puso untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Tak hanya itu, petani diminta segera melapor apabila menemukan gejala serangan yang meningkat. Laporan bisa disampaikan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), maupun langsung ke dinas terkait.
DP3 Sleman memastikan pemantauan dilakukan secara intensif di seluruh kapanewon. Penyemprotan di area terdampak juga terus digencarkan sebagai upaya menekan populasi hama.
Dengan langkah terpadu ini, pemerintah daerah optimistis dampak serangan WBC dapat dikendalikan. Upaya tersebut sekaligus menjaga stabilitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan di Sleman di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika musim tanam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































